Megapolitan . 03/07/2026, 16:48 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek menjadi Rp10.000 per perjalanan. Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menata kembali skema subsidi transportasi publik yang dinilai terus meningkat.
Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan tarif Transjabodetabek saat ini sebesar Rp3.500 sudah tidak lagi mencerminkan biaya operasional dan jarak tempuh layanan antardaerah penyangga dengan Jakarta.
"Yang luar kota (Transjabodetabek) itu jadinya Rp10.000. Nah kalau Rp10.000 kan kalau dari selama ini Rp3.500 naiknya kan jadi 10.000," kata Sugihardjo di Balai Kota Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Sugihardjo, besaran tarif tersebut masih tergolong terjangkau apabila diterapkan dengan skema integrasi layanan. Dalam konsep yang diusulkan DTKJ, penumpang Transjabodetabek nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan Transjakarta tanpa dikenakan biaya tambahan.
DTKJ juga mengusulkan adanya penyesuaian tarif Transjakarta yang selama lebih dari dua dekade belum mengalami perubahan. Tarif Transjakarta diusulkan naik menjadi Rp5.000 per penumpang.
"Tapi juga kalau dilihat dari sekarang dia bisa menggunakan TransJakarta kan TransJakarta-nya sendiri kan udah Rp5.000 kan yang usulan kita. Berarti kan (Transjabodetabek) naiknya jadi Rp5.000 dari selama ini Rp3.500," ujarnya.
Ke depan, DTKJ berharap integrasi tarif tidak hanya mencakup Transjakarta dan Transjabodetabek, tetapi juga moda transportasi massal lainnya seperti MRT dan LRT.
"Kalau TransJabodetabeknya digabungkan lagi ke situ berarti kan udah apa, udah integrasi semua moda tuh," kata Sugihardjo.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta. Pemerintah provinsi belum menetapkan besaran tarif baru yang akan diberlakukan.
"Sekarang ini kita sedang pembahasan dengan DPRD, nanti setelah final dengan DPRD untuk Transjabodetabek akan kami umumkan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Pramono mengungkapkan penyesuaian tarif akan diterapkan pada sejumlah rute Transjabodetabek dengan mempertimbangkan jarak tempuh masing-masing layanan. Salah satu rute yang masuk dalam kajian penyesuaian tarif adalah layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena beban subsidi transportasi publik yang ditanggung pemerintah daerah terus meningkat.
"Perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta memastikan subsidi transportasi tetap akan diberikan agar kenaikan tarif tidak membebani masyarakat, khususnya pengguna dari wilayah aglomerasi Jakarta.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebutkan bahwa alokasi subsidi untuk layanan Transjabodetabek pada tahun 2026 mencapai Rp401 miliar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media