fin.co.id - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan keprihatinannya atas penangkapan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan di daerah, termasuk persoalan tingginya biaya politik yang harus dihadapi dalam pemilihan kepala daerah.
"Soal hak keuangan kepala daerah yang memang kita akui masih sangat terbatas," kata Rifqi, Jumat, 3 Juli 2026.
Rifqinizamy menjelaskan, isu mengenai keterbatasan hak keuangan kepala daerah sebenarnya telah disampaikan kepada Komisi II DPR RI. Aspirasi tersebut datang dari Asosiasi Wakil Kepala Daerah yang menyoroti persoalan serupa.
Atas dasar itu, Komisi II DPR RI memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk melakukan revisi terhadap sejumlah regulasi, khususnya aturan yang mengatur hak keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Ia menilai, penghasilan yang diterima kepala daerah saat ini belum mencerminkan besarnya tanggung jawab jabatan maupun tingginya biaya politik yang dikeluarkan selama proses pemilihan.
"Kan tidak masuk akal gaji kepala daerah itu hanya sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan, sementara cost politiknya tinggi," ujarnya.
Selain itu, Komisi II DPR RI juga mengusulkan agar pemerintah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kepala daerah dapat memperoleh hak keuangan yang lebih wajar, proporsional, dan sesuai dengan beban tugas yang diemban.
Politikus Partai NasDem tersebut berharap pembenahan regulasi mengenai hak keuangan kepala daerah dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang, termasuk tindak pidana korupsi.
"Kalau itu di-state dengan baik, diatur dengan baik melalui peraturan perundang-undangan, harapan kita, harapan kita tentu penyalahgunaan kewenangan, termasuk korupsi di dalamnya, itu bisa kita minimalisir. Tapi kalau korupsi karena keserakahan dan seterusnya, itu kan hal yang lain," imbuhnya.
Anisha Aprilia/Disway