fin.co.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tengah menyiapkan kepemimpinan baru di PT Pos Indonesia (Persero) setelah Direktur Utama Daud Joseph resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah proses pembenahan menyeluruh yang dilakukan Danantara terhadap perusahaan pelat merah itu. Dalam proses evaluasi tersebut, Danantara mengungkap adanya sejumlah persoalan serius, termasuk indikasi penyimpangan tata kelola hingga dugaan rekayasa laporan keuangan.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari proses audit dan investigasi yang sedang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Rohan, selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Daud Joseph mendapat mandat untuk memimpin proses pembenahan awal di tubuh PT Pos Indonesia.
Namun, hasil asesmen yang dilakukan menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan jauh lebih kompleks sehingga dibutuhkan langkah transformasi yang lebih mendalam.
"Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut," ujar Rohan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
PT Pos Indonesia Butuh Perombakan Total
Rohan menjelaskan, evaluasi yang dilakukan Danantara menunjukkan PT Pos Indonesia memerlukan restrukturisasi yang bersifat menyeluruh.
Proses tersebut dilakukan melalui uji tuntas (due diligence) yang mencakup berbagai aspek penting perusahaan, antara lain:
-
Kondisi keuangan.
-
Operasional perusahaan.
-
Tata kelola (good corporate governance).
-
Struktur organisasi.
-
Efektivitas sistem manajemen.
Menurutnya, hasil evaluasi memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi perusahaan telah terakumulasi selama bertahun-tahun sehingga tidak dapat diselesaikan dengan langkah-langkah biasa.
Karena itu, Danantara menilai dibutuhkan sosok pemimpin baru yang memiliki pengalaman khusus dalam menangani transformasi perusahaan berskala besar.