Hukum dan Kriminal . 04/07/2026, 19:58 WIB

Pilot PT AMA Tewas dalam Insiden Penembakan dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Ungkap Hasil Investigasi Awal

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan bahwa pilot pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya dalam peristiwa penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kepastian mengenai penyebab kematian korban disampaikan setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua menyelesaikan pemeriksaan visum terhadap jenazah pada Jumat malam, 3 Juli 2026.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, jenazah korban diterbangkan dari Timika menuju Jayapura menggunakan pesawat Boeing 737 dan tiba di Bandara Jayapura sekitar pukul 17.30 WIT.

Sesampainya di Jayapura, jenazah disambut melalui prosesi penghormatan terakhir yang dihadiri oleh Kaops Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, Wakaops Kombes Adarma Sinaga, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah tokoh gereja.

Sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, jenazah terlebih dahulu mengikuti ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya pilot tersebut kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang terdampak.

"Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini," katanya kepada wartawan, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa penyidik memutuskan untuk tidak melakukan autopsi karena penyebab kematian telah dapat dipastikan melalui pemeriksaan luar yang diperkuat dengan hasil pemeriksaan radiologi.

"Autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Rommy Sebastian, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan visum menunjukkan adanya sejumlah luka berat pada bagian kepala dan wajah korban.

Tim forensik menemukan luka terbuka di bagian kepala, dahi, pipi kiri, serta area sekitar telinga kanan. Selain itu, ditemukan pula luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas bagian kiri dan kanan, serta patah rahang bawah sebelah kanan yang diduga disebabkan oleh benturan benda tumpul.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka pada pipi kiri yang memiliki karakteristik sebagai luka tembak masuk tempel atau contact gunshot wound. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa moncong senjata ditempelkan langsung pada permukaan kulit saat peluru ditembakkan.

"Jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang pada wajah dan dasar tengkorak," ungkapnya.

Pemeriksaan radiologi melalui foto rontgen juga memperlihatkan adanya kerusakan serius pada bagian dasar tengkorak akibat lintasan proyektil.

Cedera yang dialami korban tersebut mengakibatkan kematian seketika atau sudden death.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com