Internasional . 07/07/2026, 07:04 WIB

Israel Kembali Ancam Bunuh Pemimpin Iran Saat Prosesi Pemakaman Ayatullah Khamenei

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memanas. Di saat prosesi pemakaman almarhum Ayatullah Khamenei berlangsung di Teheran, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melontarkan ancaman keras terhadap kepemimpinan Iran.

Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya Israel menyatakan telah menjadikan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei, sebagai target.

Katz menuding kepemimpinan Iran berada di balik rencana untuk menghancurkan Israel. Ia menegaskan negaranya akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang dianggap mengancam eksistensi Israel.

Menurut laporan Channel 13 Israel, Katz menyatakan bahwa negaranya telah membunuh Khamenei karena tudingan akan memimpin "rencana untuk menghancurkan" Israel. Ia kembali mengancam akan "melenyapkan" pemimpin Iran mana pun yang berupaya mendorong tindakan semacam itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Katz sebagai respons terhadap prosesi pemakaman yang tengah berlangsung di Teheran. Masih menurut saluran televisi Israel tersebut, Katz juga menegaskan bahwa Israel selalu siap mempertahankan diri kapan pun serta menghadapi berbagai ancaman.

Sebelumnya, Katz sempat mengatakan bahwa putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba, telah "ditargetkan untuk dibunuh". Pernyataan itu langsung memicu kecaman keras dari Teheran.

Merespons ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump "telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' AS di Tel Aviv". Ia menegaskan, "Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan mendapat balasan yang segera dan tegas," ujarnya.

Sementara itu, peneliti Universitas Teheran Mohammad Eslami menjelaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak menghadiri prosesi pemakaman ayahnya karena situasi keamanan yang masih belum kondusif.

"Terdapat gencatan senjata yang sangat rapuh antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Saat ini, mereka sedang membahas topik-topik yang sangat sulit untuk dinegosiasikan. Mengingat pengaturan keamanan yang ada, praktis tidak ada peluang baginya untuk tampil di hadapan publik," ujar Eslami.

Eslami juga mengungkapkan bahwa para pemimpin Iran kini tengah menyusun strategi baru untuk kawasan Timur Tengah, termasuk yang berkaitan dengan Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.

"Sistem Iran kini lebih mengedepankan gagasan 'dominasi' ketimbang 'perlawanan'. Saat ini, kita menyaksikan munculnya rasa percaya diri yang baru." Menurut Eslami, mendukung Hizbullah dan membela Lebanon saat menghadapi serangan Israel juga menjadi prioritas utama Iran. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com