Mengapa Wapres Gibran Duduk Sejajar dengan Menteri Saat Rapat Kabinet? Istana Beri Penjelasan Begini...

news.fin.co.id - 22/07/2026, 09:10 WIB

Mengapa Wapres Gibran Duduk Sejajar dengan Menteri Saat Rapat Kabinet? Istana Beri Penjelasan Begini...

Sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Foto: dok. Biro Sekretariat Presiden)

fin.co.id - Tempat duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara menjadi perhatian publik.

Berbeda dari sidang-sidang sebelumnya, kali ini Wapres Gibran tidak berada di sisi Presiden, melainkan duduk bersama jajaran menteri.

Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan perubahan posisi tersebut tidak memiliki makna politik maupun kaitan dengan hubungan Presiden dan Wakil Presiden.

Menurut Prasetyo, sidang kabinet yang digelar pada Senin 20 Juli 2026 itu difokuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah selama semester pertama 2026 sekaligus memberikan arahan terkait percepatan program prioritas pada semester berikutnya.

"Tadi yang kami sampaikan bahwa ini sidang kabinet paripurna di semester pertama, memang Bapak Presiden mengambil kesempatan itu untuk yang pertama tentu melakukan evaluasi terhadap seluruh program-program prioritas yang tengah dijalankan oleh pemerintah. Sekaligus memberikan arahan untuk dilakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang harus diselesaikan di semester kedua," kata Prasetyo saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo menyampaikan pemaparan yang cukup panjang mengenai capaian pemerintahan sehingga membutuhkan bantuan teleprompter selama sidang berlangsung.

"Dan memang Bapak Presiden kemarin di dalam sidang kabinet paripurna ingin memberikan penjelasan mengenai apa saja yang telah dicapai oleh pemerintah selama kurang lebih kalau kita bicaranya masa pemerintahan beliau adalah 20 sampai 21 bulan. Kalau kita bicara tahun 2026 sebagaimana tadi kami sampaikan adalah semester pertama," kata dia.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," imbuh dia.

Prasetyo mengatakan penggunaan perangkat tersebut menjadi alasan utama perubahan tata letak meja Presiden. Dengan posisi berada di tengah ruangan, Presiden dapat menyampaikan paparan secara lebih leluasa kepada seluruh anggota kabinet.

Karena alasan teknis itulah posisi Wakil Presiden ikut bergeser dari tempat biasanya.

"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," katanya.

Prasetyo juga membantah anggapan bahwa perubahan posisi duduk tersebut mencerminkan adanya perubahan hubungan kerja atau subordinasi di lingkungan pemerintahan.

"Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan isi arahan Presiden dibanding memperdebatkan pengaturan tempat duduk dalam sidang kabinet.

"Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka," katanya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca