"Saudara-saudara, kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, 'Ayo, ayo, maju.' Tapi jangan turunkan moral dong orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Gendeng," ungkapnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi kritik. Ia menekankan kritik yang membangun merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun berbeda dengan caci maki maupun fitnah.
"Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda. Itu benar enggak? Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat," ujar Prabowo.