Awal Pekan Melemah: Rupiah Tertekan ke Rp17.986 per Dolas AS, Simak Analisis Teknikalnya!

news.fin.co.id - 27/07/2026, 09:42 WIB

Awal Pekan Melemah: Rupiah Tertekan ke Rp17.986 per Dolas AS, Simak Analisis Teknikalnya!

Rupiah hari ini melemah ke Rp17.977 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah.

fin.co.id — Pasar keuangan domestik menyapa awal pekan dengan tekanan yang cukup terasa pada nilai tukar mata uang Garuda. Rupiah membuka sesi perdagangan, Senin, 27 Juli 2026 melemah 0,24% ke Rp17.986 per Dolas AS, di tengah pelemahan harga minyak mentah dunia yang kembali di bawah US$100 per barel, tepatnya US$92 per barel, tetapi ada isu domestik yang membayangi.

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara mengejutkan menimbulkan pertanyaan dan ketidakpastian arah kebijakan moneter Indonesia di masa yang akan datang.

Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menilai pengunduran diri Perry juga dapat menjadi tambahan risiko negatif bagi aset-aset Indonesia.

"Kekhawatiran utama dalam jangka pendek adalah pergantian kepemimpinan di bank sentral dapat mengarah pada kebijakan moneter yang kurang pruden (bertanggung jawab), misalnya melalui pembelian rutin obligasi pemerintah di pasar perdana," kata Henderson dalam catatannya.

Dia menambahkan, Gubernur baru, setelah ditunjuk, akan berada di bawah sorotan ketat pelaku pasar untuk membuktikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi.

Adapun Senior Deputi Gubernur, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur BI sementara.

Tanda Tanya Pelaku Pasar Atas Konsistensi Stabilitas Moneter

Langkah mundur sang nakhoda bank sentral yang tergolong mendadak ini langsung memicu respons kewaspadaan dari para analis serta pengamat makroekonomi. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas memperkirakan volatilitas rupiah berpotensi terjadi, akibat mundurnya Perry Warjiyo yang telah menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018.

"Pengunduran diri yang sangat mendadak ini menimbulkan pertanyaan terhadap arah kebijakan moneter BI di masa mendatang. Apakah BI akan tetap konsisten menjaga stabilitas rupiah atau mengubah arah kebijakan menjadi mendukung pertumbuhan ekonomi," sebut Lionel.

Proyeksi Pergerakan dan Peta Analisis Teknikal Rupiah

Melirik indikator grafik perdagangan, pergerakan nilai tukar saat ini memperlihatkan sinyal kerentanan yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha maupun investor. Secara teknikal, rupiah berisiko lanjut melemah pada perdagangan hari ini. Target pelemahan menuju Rp17.980/US$ sampai dengan Rp18.000/US$.

Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di ke Rp18.100/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren bearish. Bila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka kemungkinan makin melemah hingga Rp18.200/US$.

Namun jika rupiah memberikan tanda-tanda menguat, maka resistance terdekat dapat menuju Rp17.900/US$. Sedangkan rentang laju rupiah dalam resistance di antara Rp17.800/US$ sampai dengan Rp17.700/US$.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID