Beijing Yakin Pemerintah RI Bisa Lindungi Kepentingan Perusahaan China di Indonesia

news.fin.co.id - 28/07/2026, 23:22 WIB

Beijing Yakin Pemerintah RI Bisa Lindungi Kepentingan Perusahaan China di Indonesia

China yakin Indonesia lindungi hak perusahaan Tiongkok usai dialog Airlangga & 28 pengusaha.

Penawaran Sektor Investasi Digital dan Insentif Fiskal

Guna mendorong transformasi ekonomi nasional, pemerintah Indonesia membuka ruang investasi luas di berbagai sektor modern. Saat bertemu dengan delegasi perusahaan China, Menteri Airlangga mengajak para pengusaha China memperluas investasi di sektor manufaktur, industri semikonduktor, pembangunan infrastruktur serat optik, pengembangan aplikasi digital, serta infrastruktur pusat data (data center) sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional.

Untuk semakin mendorong realisasi investasi, pemerintah Indonesia menyediakan berbagai insentif fiskal yang kompetitif, antara lain fasilitas tax holiday hingga 100 persen sesuai besaran dan kriteria investasi, tax allowance, investment allowance, serta super tax deduction guna mendukung peningkatan investasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kesepakatan MoU Rp36 Triliun dan Komoditas Unggulan

Dialog bisnis tersebut langsung membuahkan hasil nyata lewat komitmen investasi berskala besar. Dalam forum tersebut juga ditandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) dengan nilai ekonomi sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp36 triliun.

Salah satunya mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) agrivoltaik berkapasitas 300 megawatt (MW) senilai 1,35 miliar dolar AS di Sumatera Utara.

Selain proyek energi hijau, Indonesia dan China juga menandatangani kerja sama di sektor industri makanan dan minuman antara PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dan Guangxi G. Taste Food Co., Ltd.

Penandatanganan MoU juga dilakukan antara PT Telkom Properti Indonesia dan PT CNEC Engineering Indonesia.

Nilai perdagangan antara kedua negara juga mencatatkan angka yang sangat fantastis. Berdasarkan data Indonesia, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 mencapai sekitar 154 miliar dolar AS, sedangkan berdasarkan data China mencapai sekitar 160 miliar dolar AS.

Sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia meliputi ferroalloy, nikel matte, lignit, batu bara, dan minyak sawit.

Kemitraan ini menempatkan Tiongkok sebagai salah satu pilar utama penanaman modal asing di tanah air. China telah menjadi salah satu mitra investasi utama Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi China sepanjang 2021 hingga semester I 2026 mencapai 38,34 miliar dolar AS dan menciptakan lebih dari 500 ribu lapangan kerja di Indonesia.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID