Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Jalan raya mengalami retakan besar yang mengganggu lalu lintas, sementara layanan kereta dihentikan dan sejumlah penerbangan dibatalkan.
Beberapa perusahaan besar seperti TSMC, Sony, dan Fujifilm mengevakuasi para pekerjanya dari fasilitas produksi. TSMC menyatakan pabriknya tidak mengalami kerusakan dan operasional mulai dipulihkan secara bertahap.
Sementara itu, Tokyo Electron menghentikan operasional dua pabriknya di Kumamoto hingga Rabu, sedangkan Honda menghentikan sementara produksi di pabrik sepeda motornya.
Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di wilayah Kyushu bagian tengah yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa.
Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gempa susulan kuat selama sekitar sepekan, termasuk potensi tanah longsor.
Puluhan Ribu Rumah Padam Listrik
Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat gempa tersebut.
Operator kereta JR Kyushu menghentikan seluruh layanan, termasuk kereta cepat Shinkansen, sementara Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dialihkan maupun dibatalkan.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.
Gempa ini kembali membangkitkan ingatan akan bencana besar Kumamoto pada 2016 yang menewaskan 275 orang, melukai 2.739 lainnya, serta merusak ribuan bangunan termasuk Kastel Kumamoto yang menjadi salah satu ikon wisata Jepang.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar mewaspadai risiko serangan panas karena suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Rabu. *