Viral . 01/08/2026, 08:23 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Suasana pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) Danlanud Cup 2026 di Purbalingga, Jawa Tengah, berubah ricuh setelah sejumlah suporter menyerbu lapangan dan menganiaya wasit. Akibat insiden tersebut, wasit Ridho Bekti Utomo mengalami luka-luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi saat pertandingan antara Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Jenderal Besar Soedirman (Wirasaba), Kamis, 30 Juli 2026.
Ketua Askab PSSI Purbalingga HR Bambang Irawan melalui pengurus Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, menjelaskan kericuhan bermula ketika pertandingan memasuki menit ke-17. Saat itu wasit memberikan keputusan atas sebuah pelanggaran yang terjadi di area pertahanan Gama FC.
Menurut Uut, keputusan tersebut sejatinya tidak dipermasalahkan oleh para pemain dari kedua tim. Namun, manajer dan sejumlah ofisial Andalas FC justru melancarkan protes keras kepada perangkat pertandingan.
"Kick-off dimulai normal sesuai prosedur dan regulasi. Setelah permainan berjalan sekitar 17 menit dengan skor 0-0, terjadi pelanggaran di daerah Gama FC dan wasit memberikan keputusan yang sebenarnya sudah bisa diterima kedua tim," kata Uut saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Jumat 31 Juli 2025.
"Tetapi kemudian manajer dan ofisial Andalas mendatangi meja pertandingan dan melancarkan protes keras karena tidak menerima keputusan wasit," imbuhnya.
Di tengah aksi protes tersebut, situasi mendadak tidak terkendali. Sejumlah suporter Andalas FC masuk ke lapangan dari berbagai arah dan mengejar wasit yang hendak melanjutkan pertandingan.
"Berbarengan dengan proses protes itu, ketika wasit akan melanjutkan pertandingan, tiba-tiba suporter Andalas masuk ke lapangan dari beberapa penjuru dan mengejar wasit hingga terjadi pengeroyokan," ujar Uut.
Ridho Bekti Utomo mengalami luka akibat pengeroyokan dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RSU Emmanuel Klampok untuk mendapatkan penanganan medis.
"Setelah pengeroyokan tersebut, wasit dilarikan dengan ambulans ke RS rujukan terdekat, RSU Emmanuel," imbuhnya.
Tak hanya wasit utama, salah seorang asisten wasit, Rio Wahyu, juga menjadi korban dalam insiden tersebut setelah terkena lemparan botol plastik di bagian kepala. Hingga kini, peristiwa itu menjadi perhatian Askab PSSI Purbalingga. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media