Nasional . 01/08/2026, 06:20 WIB

Sejumlah Mal Pasang Pagar Tinggi, Istana Minta Publik Tidak Sebar Isu Menakutkan

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ramainya unggahan di media sosial mengenai pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya mendapat tanggapan dari Istana Kepresidenan. Muncul spekulasi bahwa langkah tersebut dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap situasi keamanan.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang berpotensi menimbulkan rasa takut. Ia meminta publik lebih dulu memastikan kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya.

"Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Teman-teman wartawan bisa cek fakta benar atau tidak fear monger yang sedang beredar itu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Sabtu 1 Agustus 2026.

Hasan menegaskan kondisi nasional saat ini tetap kondusif. Menurut dia, pemerintah masih fokus menjalankan agenda pembangunan dan berbagai program yang telah direncanakan.

Sebagai contoh, Hasan menyinggung pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari 100 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan diisi dengan dialog antara Presiden dan para pelaku usaha.

Ia mengatakan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum itu diterima secara positif oleh Presiden sebagai bahan evaluasi.

"Tanya jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Enggak ada alasan buat kita nggak maju," ujarnya.

Hasan Nasbi Tegaskan Tidak Ada Represi Digital

Dalam kesempatan yang sama, Hasan juga menepis anggapan bahwa pemerintah melakukan represi digital terhadap masyarakat. Ia menilai ruang kritik terhadap pemerintah masih terbuka luas dan dapat dilihat dari berbagai komentar yang muncul setiap hari di berbagai platform.

"Di mana ada represi digital? Setiap hari ada kritikan kok. Enggak ada represi digital. Enggak ada," tegas Hasan.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan narasi yang menghubungkan pemasangan pagar di sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya dengan dugaan adanya ancaman keamanan.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk menunjang ketertiban, bukan karena adanya situasi darurat.

Menurut Alphonzus, banyak pusat perbelanjaan memang sejak awal telah memiliki pagar sebagai pembatas antara area yang dikelola dengan ruang publik. Sementara itu, beberapa mal yang baru memasang pagar melakukannya sebagai bagian dari penataan kawasan.

"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," ujar Alphonzus.

Ia menambahkan, pagar juga berfungsi sebagai batas atau perimeter yang jelas, terutama bagi pusat perbelanjaan yang berada di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik penyampaian pendapat di muka umum.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com