Internasional . 01/08/2026, 09:39 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Direktur CBS News melaporkan Amerika Serikat (AS) dan Israel tengah membahas rencana operasi militer besar yang menargetkan infrastruktur energi Iran. Serangan itu disebut-sebut berpotensi dilakukan pada akhir pekan ini.
Mengutip laporan CBS News, pembahasan dilakukan agar operasi tersebut dapat diselesaikan sebelum pasar saham kembali dibuka pada Senin. Pertimbangan itu muncul karena adanya kekhawatiran terhadap dampak serangan terhadap perekonomian global, meski belum ada keputusan final mengenai waktu pelaksanaannya.
Sumber yang dikutip CBS News menyebut Israel telah menerima taklimat mengenai rencana tersebut dan terus berkoordinasi dengan Washington. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir.
Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengaku negaranya belum memperoleh informasi mengenai keputusan untuk memulai operasi militer berskala besar terhadap Iran. Israel juga disebut belum diminta ikut serta dalam operasi tersebut.
Sementara itu, dalam rapat kabinet di Camp David, Trump menegaskan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras.
"Sampai pada suatu titik di mana mereka akan berkata, 'kami tak dapat menahannya lagi'."
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga menegaskan bahwa AS "akan menang" dan Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.
Senada, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan pihaknya "siap menembak", namun menolak mengungkap sasaran serangan sebelum ada keputusan resmi dari presiden.
Menurut CBS News, target operasi yang sedang dipertimbangkan meliputi pembangkit listrik dan fasilitas penyulingan minyak Iran. Washington juga disebut mengkaji opsi untuk memutus pasokan listrik ke Teheran.
Laporan terpisah dari Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip pejabat AS, menyebut rencana serangan tersebut telah dibahas dan disepakati dalam pertemuan di Camp David.
Meski demikian, para pejabat mengatakan Trump masih berpeluang menunda operasi dan kembali membuka jalur diplomasi apabila terdapat kemajuan nyata dalam perundingan dengan Iran.
Di pihak lain, kantor berita Tasnim yang mengutip seorang pejabat keamanan senior Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyiapkan "rencana komprehensif" untuk membalas setiap bentuk serangan dari AS.
"Kami telah mempersiapkan sebuah rencana komprehensif untuk membalas, termasuk terhadap infrastruktur kritis di Israel serta infrastruktur energi AS di kawasan, dan kami siap melakukannya," kata pejabat tersebut.
Ia juga menyebut rencana serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang "sembrono" dan menegaskan bahwa Teheran memiliki "kemampuan dan tekad" untuk memberikan balasan terhadap setiap serangan yang dilancarkan AS maupun Israel. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media