fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kondisi ibu kota tetap aman di tengah maraknya pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun meminta pengelola gedung untuk melepas pagar yang baru dipasang karena dinilai tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono Anung di Blok M Hub, Jakarta, dikutip pada Minggu 2 Agustus.
Pramono mengaku fenomena pemasangan pagar mengingatkannya pada aksi unjuk rasa dan kerusuhan yang pernah terjadi pada Agustus 2025.
Meski demikian, ia menegaskan Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Jakarta tetap terjaga.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ujarnya.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menjelaskan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum, bukan respons terhadap situasi tertentu.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan keberadaan pagar bukan hal baru. Menurutnya, banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal pembangunan memang telah dilengkapi pagar.
Ia menambahkan, pagar juga berfungsi sebagai pembatas antara area pusat perbelanjaan dengan ruang publik, termasuk lokasi yang kerap digunakan untuk penyampaian pendapat di muka umum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu pagar baru terlihat terpasang di depan pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. Pagar berwarna abu-abu dengan panjang sekitar 100 meter dan tinggi 2,5 meter itu berdiri di dekat pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan kemunculan pagar baru di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta maupun Surabaya yang memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. *