Nasional . 03/08/2026, 13:01 WIB

Gunung Api Tertinggi di Jawa Alami 5 Kali Erupsi, Tinggi Letusan Mencapai 700 Meter!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Aktivitas vulkanik di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mendadak memuncak pada Senin, 3 Agustus 2026 pagi. Gunung Semeru tercatat mengalami lima kali erupsi secara beruntun dengan lontaran kolom abu yang membumbung tinggi antara 300 meter hingga 700 meter di atas kawah utama.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi rangkaian letusan tersebut dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang. Rentetan erupsi gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini dimulai dini hari:

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB. Kolom letusan membumbung sekitar 500 meter di atas puncak dengan semburan abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas sedang menuju arah utara.

Erupsi kedua menyusul tak lama kemudian, yakni pada pukul 00.31 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai 700 meter di atas puncak.

Erupsi ketiga berlangsung pada pukul 01.46 WIB. Ketinggian kolom abu tercatat sekitar 600 meter di atas puncak, membawa material berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang mengarah ke utara.

Erupsi keempat terjadi pada pukul 05.50 WIB. Ketinggian semburan abu terpantau sekitar 300 meter di atas puncak, mengarah ke barat daya dengan intensitas sedang.

Erupsi kelima terjadi pada pukul 07.56 WIB. Letusan ini menghembuskan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak. Material abu tebal berwarna putih hingga kelabu teramati bergerak ke arah tenggara. Petugas mencatat getaran erupsi ini di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 120 detik.

Status Level III Siaga dan Rekomendasi Zona Bahaya

Menyikapi tingginya aktivitas vulkanik tersebut, pihak pengamat mengonfirmasi bahwa Gunung Semeru saat ini bertahan pada Status Level III (Siaga). Petugas mengeluarkan imbauan tegas agar warga masyarakat mengosongkan kawasan berbahaya dan menghentikan seluruh kegiatan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat letusan.

Di luar jarak 13 kilometer tersebut, warga dilarang beraktivitas dalam rentang 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Pembatasan ini bertujuan menghindari risiko terkena perluasan awan panas dan bahaya aliran lahar yang sanggup menerjang hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Pihak pengamat juga mengingatkan warga agar tetap mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa awan panas, guguran lava, dan ancaman aliran lahar di sepanjang jalur lembah maupun sungai yang berhulu di kawah puncak.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com