Nasional . 04/08/2026, 21:20 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sejumlah penyempurnaan dalam penyelenggaraan Magang Nasional (MagangHub) 2026. Salah satu fokus utama program tersebut adalah memperkuat link and match antara lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi penyelenggaraan Magang Nasional 2025 yang menyoroti pentingnya meningkatkan kesesuaian antara peserta, posisi magang, kebutuhan perusahaan, serta kompetensi yang ingin dikembangkan.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan penyelenggaraan tahun ini akan mengedepankan kualitas penempatan peserta agar manfaat program semakin optimal.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Faried saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Faried menjelaskan bahwa Magang Nasional merupakan salah satu instrumen penting untuk membantu lulusan perguruan tinggi bertransisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfungsi sebagai penempatan peserta di perusahaan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran kerja yang berlangsung secara terstruktur.
Pelaksanaan program melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus disempurnakan agar kualitas penyelenggaraan semakin baik.
Data Kemnaker menunjukkan tingginya minat lulusan perguruan tinggi terhadap program ini. Jumlah peserta magang mencapai sekitar 102,6 ribu orang dari total sekitar 370,5 ribu pendaftar.
Program tersebut juga melibatkan 11.772 perusahaan dan instansi pemerintah sebagai lokasi magang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan muda membutuhkan pengalaman kerja nyata sebelum memasuki dunia kerja. Di sisi lain, dunia usaha juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.
Melihat tingginya partisipasi peserta maupun perusahaan, Kemnaker menilai sistem pengawasan dan tata kelola program perlu diperkuat sejak awal pelaksanaan.
Faried menegaskan keberhasilan program magang tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas proses pembelajaran, pendampingan mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, hingga hasil yang diperoleh setelah program selesai.
“Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir,” ujar Faried.
Selain meningkatkan kualitas penyelenggaraan, Kemnaker juga berupaya menjadikan Magang Nasional 2026 lebih inklusif.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas sasaran peserta, termasuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti program tersebut.
Dengan perluasan akses tersebut, pemerintah berharap manfaat program tidak hanya meningkatkan kompetensi kerja, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi lebih banyak kelompok masyarakat.
“Dengan demikian, program Magang Nasional tidak hanya menjadi program peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses kesempatan kerja yang lebih adil,” kata Faried.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media