Internasional . 04/08/2026, 08:59 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki senjata nuklir. Penegasan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya sempat menyinggung isu kepemilikan senjata nuklir oleh sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Melalui infografis yang diunggah di media sosial pada Senin 3 Agustus 2026, Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa Teheran tidak pernah memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir.
"Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui infografis yang dibagian di media sosialnya pada Senin 3 Agustus 2026.
Dalam penjelasannya, Iran juga menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan sepenuhnya bersifat damai, dilakukan secara transparan, serta mengikuti ketentuan hukum internasional.
"Termasuk perjanjian non-proliferasi senjata nuklir (NPT)," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung meningkatnya tensi geopolitik dunia saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat 31 Juli 2026 lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa isu kepemilikan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu perhatian.
"Sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir," ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.
Prabowo kemudian melanjutkan bahwa apabila Arab Saudi memiliki senjata nuklir, negara-negara lain di kawasan berpotensi mengambil langkah serupa.
"Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," sambungnya.
Pidato tersebut awalnya disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Namun, siaran mendadak terhenti ketika Prabowo membahas isu nuklir.
Peristiwa itu kemudian menjadi sorotan di media sosial. Video rekaman acara yang sempat diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden juga sempat dihapus. Saat ini video tersebut telah tersedia kembali, tetapi bagian yang memuat pembahasan mengenai isu nuklir tidak lagi ditampilkan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media