Ekonomi

Pemerintah Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor

Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) sebagai upaya menghadirkan sumber energi yang lebih bersih, aman, praktis, efisien, sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,Kamis (18/9/2025). ANTARA/Fathur Rochman

fin.co.id - Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) sebagai upaya menghadirkan sumber energi yang lebih bersih, aman, praktis, efisien, sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi dalam negeri.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, pengembangan Jargas diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Program ini mendukung diversifikasi energi melalui pemanfaatan gas bumi domestik untuk menggantikan LPG atau Liquefied Petroleum Gas, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan memperkuat ketahanan energi nasional," kata Qodari di kantornya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Qodari menjelaskan, sistem Jargas memiliki mekanisme yang berbeda dengan penggunaan LPG tabung. Pada Jargas, gas bumi disalurkan langsung ke rumah pelanggan melalui jaringan pipa sehingga pasokannya tersedia secara berkelanjutan.

"Gas yang digunakan telah melalui proses pemurnian dengan kandungan utama metana (CH4), kemudian dialirkan secara terus-menerus hingga ke rumah pelanggan, sehingga pengguna tidak perlu lagi bergantung pada tabung gas," imbuhnya.

Ia menambahkan, LPG tersusun dari propana dan butana yang harus disimpan di dalam tabung atau tangki bertekanan. Karena itu, pengguna LPG masih bergantung pada proses pengisian, distribusi, penyimpanan, hingga penggantian tabung secara berkala.

"Gas pada Jargas dialirkan secara terus-menerus melalui jaringan pipa hingga ke rumah pelanggan. Jadi mirip seperti air PAM, ya, cuma ini gas," jelasnya.

Menurut Qodari, pembangunan jaringan gas rumah tangga berada di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan saat ini terus diperluas ke berbagai kabupaten serta kota di Indonesia.

Program tersebut juga telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

"Pemerintah mendorong pengembangan Jargas untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor, menekan beban subsidi, serta menyediakan sumber energi rumah tangga yang lebih praktis dan berkelanjutan," tuturnya.

Selain memperkuat ketahanan energi, pemerintah menilai penggunaan Jargas juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat karena tidak lagi bergantung pada pembelian tabung gas.

"Bagi masyarakat, Jargas juga berpotensi menghemat pengeluaran karena pasokan gas yang tersedia langsung melalui pipa tanpa perlu membeli, mengangkut, dan mengganti tabung," tuturnya.

Berita Terkait