Nasional . 06/08/2026, 15:11 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Kamis pagi, luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 60 hektare dan tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo serta Kabupaten Malang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan sementara dari tim gabungan yang bekerja di lapangan.
Abdul Muhari menjelaskan, lahan yang terdampak kebakaran berada di dua wilayah administratif.
Di Kabupaten Probolinggo, api membakar sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, di Kabupaten Malang, kobaran api menghanguskan sekitar 50 hektare kawasan Jantur yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Perhitungan luas lahan yang terbakar tersebut diperoleh berdasarkan hasil pendataan sementara petugas gabungan hingga Rabu, 5 Agustus 2026.
BNPB mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Gunung Bromo pertama kali terdeteksi sejak Senin (3/8) petang. Meski kebakaran masih berlangsung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), serta relawan.
Petugas mengerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) dan tangki air untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan lainnya.
Abdul Muhari menjelaskan, petugas sebenarnya telah berhasil memadamkan sebagian titik api, terutama di kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jantur.
Namun, proses pemadaman masih menghadapi tantangan besar karena kondisi medan yang terjal di lereng Kaldera Bromo serta tiupan angin kencang yang membuat api kembali mudah menyebar.
Untuk meningkatkan efektivitas pemadaman dari darat, personel BPBD Jawa Timur mengoperasikan pesawat nirawak (drone) guna memetakan sebaran titik api.
Pemetaan tersebut difokuskan pada area yang sulit dijangkau, mulai dari sekitar kawasan kaldera hingga tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Langkah ini diharapkan membantu petugas menentukan strategi pemadaman yang lebih tepat di lokasi-lokasi dengan akses terbatas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media