Buntut Dugaan Keracunan Menu MBG, BGN Copot Kepala SPPG Kabupaten Jayapura!
BGN mencopot kepala SPPG Jayapura usai insiden keracunan MBG. Investigasi menemukan dugaan kesalahan waktu memasak dan distribusi makanan.
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, setelah terjadi insiden dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas investigasi awal terkait keamanan pangan.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan pencopotan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat MBG.
"Sudah, sudah kita copot," katanya ditemui usai rapat koordinasi refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.
BGN Temukan Dugaan Kesalahan Waktu Memasak
Selain mencopot kepala SPPG, BGN juga mengirimkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, tim menemukan dugaan kesalahan dalam proses produksi makanan.
Baca Juga
Sudaryono menjelaskan makanan mulai dimasak terlalu dini, yakni sejak pukul 19.00 pada malam sebelumnya. Akibatnya, jeda waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi siswa menjadi terlalu lama.
"Berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologinya, mereka mulai memasaknya itu terlalu cepat, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai memasak, sehingga diberikan di jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak, lalu yang masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya," paparnya.
BGN masih terus memvalidasi sejumlah temuan di lapangan, termasuk informasi mengenai makanan yang diduga sudah dalam kondisi rusak serta adanya siswa yang membawa pulang paket MBG sebelum dikonsumsi.
Sejumlah Siswa Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi MBG
Sebelumnya, sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis pada Rabu (5/8) pagi.
Baca Juga
Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura.
Perkembangan terbaru menunjukkan kondisi para pasien terus membaik. Dari delapan pasien yang sempat menjalani perawatan akibat dugaan insiden keamanan pangan tersebut, satu pasien telah diizinkan pulang dari rumah sakit.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, menyampaikan bahwa penanganan korban keracunan makanan di Distrik Depapre memasuki hari ketiga menunjukkan hasil yang positif.
Jumlah Kasus Dilaporkan Menurun
Menurutnya, berdasarkan perkembangan epidemiologi, jumlah kasus baru terus menurun dan sebagian besar pasien yang masih dirawat mengalami perbaikan kondisi kesehatan.