Viral

Tampang Nakes dan Dokter Niradab yang Bully Pasien BPJS, Kini Ramai-Ramai Minta Maaf usai Yurizal Meninggal

Meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan (@yurizaltrich), pasien BPJS Kesehatan yang sebelumnya mengeluhkan lamanya antrean kamar rawat inap, memicu gelombang kemarahan publik.

Tampang Nakes dan Dokter Niradab yang Bully Pasien BPJS, Kini Ramai-Ramai Minta Maaf usai Yurizal Meninggal
Tampang Nakes dan Dokter Niradab yang Bully Pasien BPJS

Nama lain yang ikut menjadi perhatian publik adalah Norma Zahara, yang disebut sebagai staf di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Komentarnya dinilai merendahkan pasien pengguna BPJS Kesehatan.

"Orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal, tapi pengen diistimewakan."

Norma kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui pesan terbuka. Ia mengaku menyesali ucapannya dan mengakui kurang berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia juga menyatakan baru mengetahui kabar meninggalnya Yurizal beberapa hari setelah perdebatan tersebut terjadi.

Kemenkes Sesalkan Komentar Nirempati

Kasus ini memicu perbincangan luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Meski tidak ada bukti medis yang menyatakan meninggalnya Yurizal berkaitan langsung dengan komentar-komentar tersebut, peristiwa ini menjadi momentum evaluasi terhadap profesionalisme dan empati tenaga medis.

Kementerian Kesehatan turut menyampaikan keprihatinannya atas munculnya komentar bernada menghina dari sejumlah tenaga kesehatan di ruang digital.

"Kemenkes amat menyesalkan munculnya narasi dari oknum tenaga medis maupun nakes di media sosial yang terkesan mengabaikan empati kepada pasien yang tengah berobat beserta keluarga mereka," tegas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Mulawarman, Rabu (5 Agustus 2026).

Aji mengingatkan bahwa tenaga kesehatan harus tetap menjunjung tinggi empati dan etika komunikasi, termasuk saat beraktivitas di media sosial. Menurutnya, sikap profesional seorang nakes juga tercermin dari cara mereka berinteraksi di ruang digital.

"Pada konteks ini harus bijak dalam bermedia sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan," jelasnya. *

Berita Terkait