Nasional . 07/08/2026, 21:29 WIB

Asli, Kebangetan! Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Pemantauan Seismik Jadi Lumpuh

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Peristiwa tersebut menyebabkan operasional pemantauan seismik lumpuh dan mengganggu kecepatan penyampaian informasi gempa kepada masyarakat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan Sugeng Prayitno mengonfirmasi kejadian tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Ia mengatakan aksi pencurian itu menimbulkan kerugian materiil mencapai Rp246.442.213 sekaligus melemahkan kemampuan jaringan pemantauan gempa milik BMKG.

Pencurian Alat Seismik Lumpuhkan Pemantauan Gempa

Sugeng menjelaskan pelaku merusak pintu shelter sebelum memotong kabel instalasi untuk membawa kabur sejumlah perangkat utama. Peralatan yang dicuri meliputi digitizer, modem VSAT, baterai, hingga satu set kabel solar panel yang menjadi bagian penting sistem pemantauan gempa.

"Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," kata dia.

Gangguan operasional pertama kali terdeteksi setelah transmisi data berhenti total sejak Rabu (29/7). BMKG kemudian mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (3/8) dan menemukan adanya aksi pencurian serta perusakan fasilitas.

Gayo Lues Berada di Jalur Sesar Aktif Berpotensi Gempa 7,4 Magnitudo

Lumpuhnya Shelter Site BGASI dinilai meningkatkan risiko bagi masyarakat karena Kabupaten Gayo Lues berada tepat di lintasan Sesar Sumatera Segmen Tripa yang masih aktif. Jalur sesar tersebut memiliki potensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 7,4.

Wilayah tersebut juga memiliki riwayat aktivitas gempa yang berdampak pada permukiman warga. BMKG mencatat gempa bermagnitudo 4,9 pada 2017 mengakibatkan puluhan bangunan rusak, sementara gempa berkekuatan 5,6 magnitudo pada 22 Juli 2026 juga merusak sejumlah fasilitas umum di daerah tersebut.

Atas kejadian ini, Sugeng mengatakan BMKG telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polres Gayo Lues melalui STPL Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH. Laporan itu menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

BMKG Catat Sedikitnya 15 Kasus Pencurian Alat Pemantau Gempa

Berdasarkan data Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, kasus di Gayo Lues menambah daftar panjang aksi vandalisme terhadap infrastruktur pemantau bencana di Indonesia. Sedikitnya 15 kasus pencurian peralatan serupa tercatat sepanjang periode 2015 hingga 2026.

Rentetan kasus tersebut terjadi di berbagai daerah, antara lain Garut, Jawa Barat (2015), Muara Dua, Sumatera Selatan (2017), Manna, Bengkulu (2018), Indragiri Hilir, Riau (2022), Kluet Utara, Aceh Selatan (2022), Sorong dan Sausapor, Papua Barat (2022), Jambi (2022), Pulau Banyak, Aceh Singkil (2024), empat kasus di Sidrap, Sulawesi Selatan (2025), hingga kasus terbaru di Gayo Lues.

BMKG mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga fasilitas pemantau gempa sebagai aset vital negara. Keberadaan peralatan tersebut berperan penting dalam mendukung sistem peringatan dini dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com