Transjakarta Buka Rute Baru Saat CFD, Tarif Cuma Rp1
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan layanan shuttle bus Transjakarta rute Bunderan Senayan-Bunderan Symphony of The Sea Ancol (15ST) untuk mendukung mobilitas masyarakat saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day.
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan layanan shuttle bus Transjakarta rute Bunderan Senayan-Bunderan Symphony of The Sea Ancol (15ST) untuk mendukung mobilitas masyarakat saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan layanan tersebut akan beroperasi setiap Minggu mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Jarak kedatangan antarbus atau headway ditetapkan sekitar 20 menit.
“Masyarakat yang memanfaatkan layanan ini cukup dengan membayar tarif reguler Transjakarta sebesar Rp3.500,” kata Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Rute baru tersebut akan diluncurkan secara resmi pada Minggu (9/8/2026) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Khusus pada hari peluncuran, masyarakat mendapat tarif istimewa hanya Rp1.
Baca Juga
“Sebagai bentuk apresiasi, khusus pada hari peluncuran tanggal 9 Agustus 2026, layanan ini dapat dinikmati dengan tarif spesial sebesar Rp1,” kata Budi.
Peluncuran shuttle bus tersebut juga akan dirangkaikan dengan peresmian Call Center Dinas Perhubungan DKI Jakarta di nomor 1500813 serta Kick Off Program Pelopor Kita Jakarta.
Budi menjelaskan Call Center 1500813 disiapkan sebagai pusat layanan pengaduan masyarakat yang terintegrasi dan beroperasi selama 24 jam.
Layanan tersebut antara lain ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan derek atau evakuasi kendaraan, mendapatkan panduan dalam situasi darurat, serta menyampaikan laporan mengenai fasilitas jalan maupun parkir liar.
Dishub DKI Jakarta berharap keberadaan pusat layanan tersebut dapat mempercepat penanganan laporan masyarakat secara tepat sekaligus memberikan pelayanan yang lebih humanis.
Pada kesempatan yang sama, Dishub DKI juga memulai gerakan Pelopor Kita Jakarta. Program ini dirancang untuk mengubah pola edukasi keselamatan transportasi dari kegiatan yang bersifat seremonial menjadi pembinaan kepemimpinan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga
Program tersebut mencakup empat kelompok utama, yakni Pelajar Pelopor, OJOL Pelopor Jakarta, Awak Angkutan Umum Teladan, serta kategori khusus bagi pihak yang memberikan kontribusi terhadap sektor transportasi.
“Melalui siklus terintegrasi mulai dari aktivasi kampanye, seleksi talenta, *bootcamp* kepemimpinan, hingga pembentukan jaringan alumni, Pelopor Kita Jakarta siap menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” jelas Budi.