Hukum dan Kriminal

Polisi Masih Cari Dua Kaki Korban Mutilasi di Depok, Terhalang Arus Sungai

Polisi masih melanjutkan pencarian potongan tubuh korban mutilasi yang hingga kini belum ditemukan. Dua kaki korban diduga dibuang oleh tersangka ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok.

Polisi Masih Cari Dua Kaki Korban Mutilasi di Depok, Terhalang Arus Sungai
Tangkapan layar karung yang ditemukan warga berisi jasad pria di Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, (Polres Metro Depok).

fin.co.id - Polisi masih melanjutkan pencarian potongan tubuh korban mutilasi yang hingga kini belum ditemukan. Dua kaki korban diduga dibuang oleh tersangka ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok.

Pencarian dilakukan setelah sebagian jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Tim gabungan dari Polres Depok dan Polda Metro Jaya masih menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan potongan tubuh tersebut.

"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya masih mencari masih potongan badan bagian bawah, dua kaki ya, yang dibuang oleh tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin di Jakarta, Jumat 8 Agustus 2026.

Menurut Iman, proses pencarian tidak mudah karena polisi belum mengetahui secara pasti titik tempat tersangka membuang kedua kaki korban. Kondisi aliran air juga menjadi faktor yang menyulitkan petugas.

"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," ujar Iman.

Tim pencarian pun harus mengatur strategi dan waktu agar proses penyisiran dapat dilakukan secara maksimal. Selain personel kepolisian, pencarian juga melibatkan anjing pelacak atau K9.

"Tentunya tim dari K9 dan tim kami juga, harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," pungkas Iman.

Jasad Ditemukan dalam Karung

Kasus ini bermula dari penemuan karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Karung tersebut pertama kali diketahui warga pada 24 Juli 2026.

Saat itu, warga mengira karung tersebut berisi sampah. Namun, beberapa hari kemudian isi karung tersebut terungkap sebagai jasad manusia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan korban diketahui bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Korban diduga dibunuh oleh pria berinisial SA (26).

"Kasus ini bermula saat warga melihat sebuah karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah padap 24 Juli 2026 dan mengiranya berisi sampah," kata Budi di Jakarta, Rabu (5/8).

Sehari setelah karung tersebut ditemukan, istri Kunaefi melaporkan suaminya ke Polres Metro Depok karena tidak kunjung pulang. Laporan orang hilang itu dibuat pada Sabtu 25 Juli 2026.

Petunjuk penting kemudian muncul pada Selasa 4 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Seorang warga menemukan bagian tubuh manusia di dalam karung tersebut.

Berita Terkait