Megapolitan . 10/08/2026, 17:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, belum beroperasi dengan kapasitas Maksimal. Dari tiga lini produksi yang tersedia, baru satu line yang berjalan penuh dengan kemampuan mengolah sekitar 800 ton sampah setiap hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan RDF Rorotan sebenarnya dirancang mampu mengolah hingga 2.400 ton sampah per hari melalui tiga lini produksi.
“Produksinya sendiri dari tiga line yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari. Dan line kedua, ketiga sedang dalam persiapan,” ujar Pramono saat berada di RDF Rorotan, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Pramono, pengoperasian lini kedua dan ketiga masih menyesuaikan kemampuan pengiriman sampah menuju fasilitas tersebut. Jika pasokan mencukupi, kapasitas pengolahan dapat ditingkatkan secara bertahap.
“Kalau masih 1.000 pengiriman sampahnya, maka satu line, sekarang line yang satu ini rata-rata 800, kami akan gunakan line yang kedua untuk produksi antara 200-400 ton,” jelasnya.
Pramono menilai persoalan utama RDF Rorotan saat ini bukan terletak pada kemampuan fasilitas pengolahan, melainkan sistem transportasi sampah.
Ia menyebut dibutuhkan sarana angkutan khusus agar pengiriman sampah menuju RDF dapat berlangsung aman, sekaligus mencegah munculnya persoalan lingkungan seperti bau dan air lindi selama perjalanan.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan penggunaan truk compactor untuk mengangkut sampah. Kendaraan tersebut dinilai lebih mampu menekan risiko keluarnya air lindi dan bau.
“Saya sudah menginstruksikan semua truk sementara ini harus pakai yang compactor yang tidak ada pembuangan air lindinya, tidak berbau,” kata Pramono.
Selain armada, akses jalan menuju RDF Rorotan juga menjadi kendala. Pramono mengakui kondisi jalan yang ada belum cukup mendukung mobilitas truk pengangkut sampah dalam jumlah besar.
“Problemnya adalah memang secara jujur kami akui adalah sarananya transportasi. Karena jalannya masih seperti yang tadi teman-teman alami, untuk masuk ke tempat ini tidak gampang,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pembangunan jalan khusus yang akan menghubungkan TPS 3R dengan fasilitas RDF Rorotan.
Pramono menyebut proses pembebasan lahan untuk pembangunan akses tersebut telah dilakukan. Ia pun meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera menyelesaikan pembangunan jalan agar distribusi sampah menuju RDF dapat berjalan lebih lancar.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk menyelesaikan hal ini, pembebasan lahan sudah dilakukan. Kami segera untuk membangun jalan khusus untuk sarana transportasi menggunakan truk compactor yang menuju dari TPS 3R ke tempat ini,” tuturnya.
Dengan pembenahan sistem transportasi dan akses jalan tersebut, Pemprov DKI berharap seluruh lini produksi RDF Rorotan dapat dioperasikan secara bertahap hingga mendekati kapasitas maksimal 2.400 ton sampah per hari.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media