Nasional . 11/08/2026, 10:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan aturan baru terkait batas waktu konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan yang telah selesai dimasak wajib dikonsumsi paling lambat empat jam setelah matang.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari langkah BGN menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat tetap terjaga.
Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, meminta peserta didik dan pihak sekolah tidak mengabaikan informasi waktu konsumsi yang tercantum pada makanan MBG.
"BGN telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau para siswa, peserta didik, dan juga memohon kepada bapak/ibu guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi," ujar Mas Dar di Jakarta pada Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Sudaryono, memastikan waktu konsumsi makanan merupakan langkah sederhana yang memiliki peran penting dalam mencegah risiko terhadap keamanan pangan.
Karena itu, makanan yang sudah melewati batas waktu konsumsi sebagaimana tercantum pada label tidak diperbolehkan untuk dimakan.
"Apabila lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi jika melewati jam batas yang ditentukan," tuturnya.
BGN menjadikan keamanan pangan sebagai salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Artinya, makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus aman ketika dikonsumsi.
Sudaryono menilai penerapan ketentuan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pengawasan dari BGN. Sekolah, guru, dan peserta didik juga memiliki peran dalam memastikan makanan dikonsumsi sesuai waktu yang ditetapkan.
Kepatuhan terhadap batas waktu tersebut diharapkan dapat membantu mencegah potensi masalah keamanan pangan sekaligus menjaga agar manfaat program MBG dapat diterima secara maksimal oleh para peserta didik.
"MBG ini harus aman dan bergizi. Insyaallah kami, BGN, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik," ucap Sudaryono. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media