Politik

Gara-gara 520 Hektare Bromo Hangus, Puan Semprot Pemerintah: Penutupan Ini Sangat Serius!

Ketua DPR RI Puan Maharani melayangkan desakan keras kepada pemerintah agar segera membereskan musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Gara-gara 520 Hektare Bromo Hangus, Puan Semprot Pemerintah: Penutupan Ini Sangat Serius!
Karhutla Gunung Bromo di Probolinggo dilaporkan sudah padam.

"Sehingga apabila penutupan berlangsung panjang, dukungan Pemerintah dapat diarahkan secara presisi kepada kelompok yang benar-benar kehilangan sumber pendapatan," ujarnya.

Puan mendesak kementerian terkait untuk bergegas mengukur besarnya dampak finansial yang dialami para pelaku usaha kecil dan rumah tangga di kawasan Bromo.

"Jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar dari bencana ini," tegasnya.

Sentil Karhutla Palangka Raya: Tiga Langkah Pemulihan Harus Berjalan Bersamaan!

Puan mendorong agar tragedi kebakaran Bromo dijadikan pelajaran berharga dalam membentuk prototipe penanganan bencana di destinasi wisata nasional. Setiap taman nasional dinilai wajib memiliki mitigasi risiko terpadu, pasokan air pemadam yang memadai, sistem deteksi dini, hingga jaring pengaman ekonomi bagi warga saat penutupan darurat terjadi.

"Untuk penanganan kebakaran di kawasan Bromo tidak cukup hanya dengan api dipadamkan lalu destinasi wisata dibuka kembali. Negara harus memastikan tiga pemulihan berjalan bersamaan, bahwa api benar-benar terkendali, ekosistem yang rusak dipulihkan, dan penghidupan masyarakat sekitar dilindungi," katanya.

Puan juga memperingatkan pemerintah agar meningkatkan kewaspadaan di wilayah hutan lainnya. Hal ini berkaca pada insiden karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang kian meluas hingga membakar 162,49 hektare lahan per Jumat, 7 Agustus 2026, dan mulai mengancam pemukiman penduduk.

"Ini bukan lagi persoalan lingkungan, tapi sudah menjadi ancaman terhadap keselamatan warga, aset, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi setempat," ujarnya.

Mengenai kebakaran di lahan gambut, Puan menyoroti karakteristik api yang sanggup bersembunyi di bawah permukaan tanah. Oleh sebab itu, strategi deteksi dini dan pemetaan pergerakan api harus dieksekusi cepat sebelum skala kebakaran membesar.

Pemerintah daerah setempat juga diimbau bersiap menyediakan fasilitas kesehatan khusus bagi warga rentan—seperti balita, lansia, dan ibu hamil—apabila paparan asap memburuk.

"Keselamatan warga tidak boleh baru menjadi perhatian ketika dampak kebakaran telah masuk ke permukiman. Karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat, dan hal ini harus turut menjadi aspek yang diperhatikan dalam penanganan karhutla," pungkasnya.

Berita Terkait