Internasional . 11/08/2026, 07:48 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, terus bertambah. Presiden Kolombia Abelardo De la Espriella menyebut sedikitnya 111 orang tewas dalam bencana tersebut.
Selain korban jiwa, gempa kuat itu menyebabkan sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka. Sejumlah bangunan ambruk dan kerusakan terjadi di berbagai wilayah sehingga operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan dalam skala besar.
Presiden De la Espriella mengatakan gempa tersebut berdampak terhadap 1.575 rumah. Dari jumlah itu, sebanyak 37 rumah dilaporkan hancur total.
Kerusakan juga tercatat pada berbagai fasilitas publik. Sebanyak 61 bangunan runtuh, sedangkan 18 pusat kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat, serta 18 ruas jalan mengalami kerusakan.
Untuk mempercepat penanganan bencana, pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mobilisasi sekaligus koordinasi berbagai lembaga dalam menghadapi dampak gempa.
Episentrum Gempa Berada di Kedalaman 107 Kilometer
Menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT atau 19.34 WIB pada 10 Agustus 2026.
Pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar. USGS mencatat gempa tersebut bersumber dari kedalaman 107 kilometer.
Tidak lama setelah gempa utama, gempa susulan berkekuatan Magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 13.18 GMT atau 20.18 WIB. Episentrum gempa susulan berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
San Jose del Palmar berada di wilayah Choco dengan populasi sekitar 4.800 jiwa. Kota tersebut terletak pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.
Meski memiliki kekuatan besar, gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami. Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyatakan tidak ada risiko tsunami untuk California, Oregon, Washington, maupun Alaska. Ancaman serupa juga dinyatakan tidak ada untuk British Columbia, Kanada.
Otoritas Kolombia juga memastikan wilayah pesisir Pasifik negara tersebut tidak menghadapi ancaman tsunami.
Presiden Kolombia Ambil Alih Penanganan
Presiden Abelardo De la Espriella menyatakan pemerintah bergerak langsung menangani situasi setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah.
"Negara hadir dan mengambil tindakan," ujar Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella setelah gempa terjadi, seraya menegaskan bahwa dia memimpin langsung upaya penanganan darurat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media