Kronologis Bentrokan Berdarah di USS Abraham Lincoln, 7 Personel Tewas!
Ketegangan dilaporkan memuncak di atas kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln. Tujuh personel Angkatan Laut AS disebut tewas dan sejumlah awak lainnya terluka setelah terjadi bentrokan
Tidak hanya soal makanan, fasilitas binatu juga dilaporkan mengalami kerusakan selama sekitar dua minggu.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah kondisi sanitasi. Area kamar mandi disebut mengalami persoalan jamur yang kemudian memicu kekhawatiran mengenai kesehatan para personel.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, tekanan psikologis awak tentu dapat semakin meningkat.
Di kapal perang, fasilitas dasar bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ketersediaan makanan yang layak, kebersihan lingkungan, fasilitas kesehatan, serta waktu istirahat merupakan bagian penting untuk menjaga kemampuan personel dalam menjalankan tugas.
Baca Juga
Keluarga Awak Ikut Menuntut Kepastian
Persoalan di atas kapal juga disebut telah berdampak kepada keluarga para personel yang berada di darat.
Kekhawatiran keluarga meningkat karena mereka tidak mengetahui secara pasti kapan para awak dapat kembali ke rumah.
Sekitar 200 kerabat dilaporkan mendatangi Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao di San Diego. Mereka disebut meminta kepastian mengenai jadwal kepulangan para personel.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi di USS Abraham Lincoln bukan hanya menjadi perhatian internal militer.
Keluarga para awak juga ikut merasakan dampak dari penugasan panjang tersebut. Bagi mereka, kepastian mengenai keselamatan dan kepulangan anggota keluarga menjadi hal yang sangat penting.
Baca Juga
Kedatangan Penasihat CENTCOM Justru Berujung Ricuh
Dalam situasi yang sudah memanas, Brad Cooper selaku penasihat Kepala CENTCOM disebut datang ke kapal untuk mencoba meredakan keluhan para awak.
Namun, pertemuan tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Sejumlah personel dikabarkan melakukan protes dengan meneriaki dan melemparkan botol air. Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi perkelahian.
Insiden tersebut dilaporkan melibatkan senjata tajam dan menyebabkan korban jiwa serta sejumlah personel terluka.