Internasional

Malaria Mengintai Korsel! Parasit Ditemukan pada Nyamuk, Peringatan Nasional Dikeluarkan

Korea Selatan mengeluarkan peringatan malaria nasional setelah parasit Plasmodium vivax ditemukan pada nyamuk di wilayah utara.

Malaria Mengintai Korsel! Parasit Ditemukan pada Nyamuk, Peringatan Nasional Dikeluarkan
Korsel mengeluarkan peringatan malaria nasional, setelah parasit Plasmodium vivax ditemukan pada nyamuk.

fin.co.id - Korea Selatan mengeluarkan peringatan malaria tingkat nasional pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah otoritas kesehatan menemukan parasit penyebab penyakit tersebut pada nyamuk. Temuan ini meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan malaria melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menemukan materi genetik parasit malaria Plasmodium vivax pada nyamuk Anopheles. Petugas mengumpulkan nyamuk tersebut di Paju dan Yeoncheon, wilayah Korea Selatan bagian utara, pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus.

Parasit Malaria Ditemukan pada Nyamuk

Temuan parasit pada nyamuk menjadi dasar bagi KDCA untuk mengeluarkan peringatan malaria secara nasional. Otoritas kesehatan menilai keberadaan parasit pada nyamuk vektor menunjukkan peningkatan potensi penularan kepada manusia.

"Ditemukannya parasit pada nyamuk vektor berarti kemungkinan tertular malaria akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi telah meningkat," ungkap badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Peringatan nasional tersebut melanjutkan imbauan terkait malaria yang sebelumnya keluar pada 22 Juni. Saat itu, otoritas kesehatan meningkatkan kewaspadaan karena jumlah nyamuk vektor mengalami peningkatan.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan juga mengeluarkan peringatan di lima wilayah setelah menemukan klaster kasus malaria serta lonjakan populasi nyamuk. Dengan temuan terbaru pada nyamuk, otoritas kesehatan kini memperluas kewaspadaan melalui peringatan tingkat nasional.

Kasus Malaria Dalam Negeri Justru Menurun

Meski meningkatkan status peringatan, Korea Selatan mencatat penurunan kasus malaria yang terinfeksi di dalam negeri. KDCA mencatat 201 kasus antara 1 Januari dan 1 Agustus.

Jumlah tersebut turun 43,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, Korea Selatan mencatat 355 kasus malaria yang terinfeksi di dalam negeri.

Secara historis, kasus malaria di Korea Selatan banyak terkonsentrasi di wilayah yang berada dekat Zona Demiliterisasi atau DMZ. Zona tersebut memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara.

Namun, wilayah yang memiliki risiko malaria telah meluas dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, otoritas kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun jumlah kasus dalam negeri mengalami penurunan.

Peringatan nasional juga muncul ketika Korea Selatan menghadapi musim panas yang luar biasa terik. Kondisi suhu ekstrem tersebut turut memengaruhi populasi nyamuk vektor malaria.

KDCA menyatakan kepadatan nyamuk vektor malaria saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah suhu panas yang ekstrem.

Warga Diminta Waspada Saat Malam Hari

Berita Terkait