Ekonomi . 13/08/2026, 08:32 WIB

Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Orang dengan Kriteria Ini Tak Bisa Lagi Beli BBM Subsidi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Pemerintah mulai menyiapkan skema baru untuk memperketat penyaluran Pertalite agar subsidi bahan bakar minyak (BBM) lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, keluarga yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan menikmati subsidi Pertalite. Namun, kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya.

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penilaiannya mencakup sejumlah indikator, seperti pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, daya listrik hingga kepemilikan aset.

Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok desil. Masing-masing desil mencakup sekitar 10 persen keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Desil 9 dan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi atau sekitar 20 persen keluarga teratas.

Bahlil Singgung Mobil Mewah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai persoalan ketepatan sasaran menjadi alasan pemerintah perlu menata kembali distribusi Pertalite.

Menurutnya, saat ini BBM dengan Research Octane Number (RON) 90 tersebut masih dikonsumsi oleh masyarakat dari kelompok ekonomi atas. Kondisi itu dinilai membuat subsidi tidak sepenuhnya diterima masyarakat yang membutuhkan.

"Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," lanjut Bahlil.

Mengenai teknis pembatasan, pemerintah belum menetapkan skema final. Namun, Bahlil menyebut jenis kendaraan bisa menjadi salah satu dasar penentuan kendaraan yang diperbolehkan membeli Pertalite.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan)," ucap Bahlil.

Dengan demikian, pembatasan nantinya tidak hanya berpotensi mempertimbangkan kondisi ekonomi pemilik kendaraan, tetapi juga karakteristik kendaraan yang digunakan.

Bisa Hemat Subsidi hingga 15 Persen

Wacana pembatasan Pertalite berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin sebelumnya juga pernah disampaikan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha pada Mei 2026.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com