Nasional . 03/10/2026, 06:09 WIB

Profil Syahganda Nainggolan yang Dilantik Jadi Kepala Bakom: Dulu Aktif Kritik Pemerintah, Kini Masuk Istana

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Syahganda Nainggolan kini resmi masuk ke lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Syahganda menggantikan Muhammad Qodari. Ia menjadi orang ketiga yang memimpin Badan Komunikasi Pemerintah sejak lembaga tersebut dibentuk pada 17 September 2025.

Tidak sendiri, Syahganda dilantik bersamaan dengan Fadli Tri Hartono yang dipercaya mengisi jabatan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI. Keduanya merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penunjukan Syahganda menjadi perhatian karena perjalanan kariernya lebih banyak berlangsung di luar struktur pemerintahan. Ia dikenal sebagai akademisi, aktivis, pengamat, sekaligus sosok yang pernah aktif dalam politik.

Jauh sebelum berada di Istana, Syahganda telah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai forum diskusi. Ketika menempuh pendidikan Geodesi di ITB pada dekade 1980-an, ia terlibat dalam forum Mahasiswa Student Center (MSC) ITB.

Pada masa Orde Baru, Syahganda termasuk mahasiswa yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Ia tercatat pernah berdiskusi dan bergerak bersama sejumlah seniornya di ITB, antara lain Pramono Anung dan Fadjroel Rachman.

Aktivitas tersebut kemudian membawa konsekuensi hukum. Syahganda sempat menjalani hukuman penjara selama 10 bulan dan dikeluarkan dari ITB atau drop out (DO).

Kondisi itu tidak menghentikan perjalanan pendidikannya. Syahganda kemudian menyelesaikan pendidikan sarjananya di perguruan tinggi swasta sebelum kembali melanjutkan studi magister di Program Studi Pembangunan ITB.

Ia menyelesaikan pendidikan S2 pada 2005. Setelah itu, Syahganda meneruskan pendidikan doktoral di FISIP Universitas Indonesia (UI).

Pendidikan doktoralnya berfokus pada persoalan kesejahteraan buruh. Ia mempertahankan disertasi berjudul "Analisa Pengaruh Jaminan Upah Layak, Jaminan Sosial, dan Solidaritas Sosial terhadap Kesejahteraan Buruh" dalam sidang terbuka pada 17 Januari 2015.

Sidang tersebut dipimpin Dekan FISIP UI saat itu, Dr. Arie Setiabudi Soesilo. Melalui penelitiannya, Syahganda menyimpulkan bahwa jaminan upah layak, jaminan sosial, serta solidaritas sosial secara simultan berpengaruh terhadap kesejahteraan buruh.

Menapaki Dunia Politik

Perjalanan Syahganda tidak berhenti di dunia akademis. Ia juga pernah terlibat dalam aktivitas politik sejak era Reformasi.

Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, Syahganda diketahui dekat dengan Adi Sasono yang ketika itu menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Dari lingkungan tersebut, Syahganda ikut mendirikan organisasi kemasyarakatan Daulat Rakyat. Organisasi itu dipimpin Cacuk Sudaryanto, yang saat itu menjabat Direktur Jenderal Koperasi di Kementerian Koperasi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com