Fantastis! MBG Dapat Jatah Rp240 Triliun dari Anggaran Pendidikan 2027, Kok Bisa?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, anggaran MBG dalam RAPBN 2027 berada di kisaran Rp240 triliun.
fin.co.id - Pemerintah menyiapkan anggaran fantastis untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, anggaran MBG dalam RAPBN 2027 berada di kisaran Rp240 triliun.
Angka tersebut menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran pendidikan pemerintah tahun depan. Dari total belanja pendidikan yang dirancang mencapai Rp820,9 triliun, porsi untuk program MBG mencapai sekitar 29 persen.
Besarnya anggaran ini menunjukkan bahwa pemerintah masih menempatkan program pemenuhan gizi sebagai salah satu agenda utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga
Purbaya menyampaikan rincian tersebut dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, program MBG dalam rancangan anggaran tersebut ditujukan kepada sekitar 60,6 juta penerima manfaat.
MBG Jadi Salah Satu Program Terbesar di Anggaran Pendidikan
Jika melihat keseluruhan postur anggaran pendidikan, MBG mengambil porsi yang cukup besar. Dari total Rp820,9 triliun, sekitar Rp240 triliun dialokasikan untuk program makan bergizi.
Artinya, hampir sepertiga anggaran pendidikan pemerintah akan berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah sendiri tidak hanya mengalokasikan anggaran pendidikan untuk MBG. Sejumlah program pendidikan lainnya juga tetap mendapatkan pendanaan dalam RAPBN 2027.
Baca Juga
Salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan kepada sekitar 22,1 juta siswa.
Kemudian ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dialokasikan bagi sekitar 1,1 juta mahasiswa.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-PNS bagi sekitar 1,3 juta guru.
Dengan demikian, belanja pendidikan 2027 tidak hanya berkutat pada pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga mencakup bantuan pendidikan, kesejahteraan guru, hingga program pemenuhan gizi.