Nasional

Kenapa NTT Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Gempa di Indonesia? Ini Penjelasan Sektor Geologisnya

Gempa magnitudo 7,0 guncang NTT dan picu tsunami di 10 wilayah. Simak catatan sejarah gempa besar dan kondisi geologis rawan bencana di sini!

Kenapa NTT Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Gempa di Indonesia? Ini Penjelasan Sektor Geologisnya
Kenapa NTT Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Gempa di Indonesia? Ini Penjelasan Sektor Geologisnya

Potensi Tsunami dan Sejarah Gempa Besar di NTT

Posisi geografis NTT yang dikelilingi oleh lautan luas membuat setiap guncangan gempa bumi kuat berpotensi besar memicu gelombang pasang atau tsunami. Sepanjang sejarah pencatatan bencana, wilayah ini beberapa kali mengalami gempa merusak berkuatan besar.

Berikut adalah deretan gempa bumi dahsyat di atas magnitudo 6 yang pernah mengguncang NTT berdasarkan Katalog Gempabumi Signifikan & Merusak BMKG:

1. Gempa Flores 1992 (Magnitudo 7,5)

Peristiwa pada 12 Desember 1992 ini tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern NTT. Gempa bumi tersebut memicu gelombang tsunami dahsyat yang menerjang daratan. Berdasarkan data BMKG, sekitar 2.500 orang meninggal dunia atau hilang, lebih dari 500 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 90 persen bangunan di Kota Maumere hancur rata dengan tanah. Ganasnya tsunami bahkan menerjang masuk hingga 300 meter ke daratan dengan ketinggian mencapai 26 meter di Kalaotoa.

2. Gempa Alor 2004 (Magnitudo 7,5)

Pada 12 November 2004, gempa berkekuatan besar mengguncang kawasan Kalabahi, Alor, dengan kedalaman pusat gempa hanya 10 kilometer. Guncangan dangkal ini memicu tsunami setinggi sekitar 2 meter yang teramati di wilayah Alor hingga Dili. Bencana tersebut merenggut 31 korban jiwa, menyebabkan 400 orang luka-luka, serta merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum.

3. Gempa Flores 2021 (Magnitudo 7,5)

Aktivitas kegempaan kembali mencatatkan angka tinggi pada 14 Desember 2021. Pusat gempa berada di laut sekitar 112 kilometer sebelah barat laut Larantuka. Meskipun BMKG mencatat ketinggian tsunami yang dihasilkan relatif kecil yakni 0,07 meter, dampak guncangan tetap masif hingga memaksa 5.064 warga mengungsi dan merusak 736 unit rumah.

Berita Terkait