Nasional . 15/08/2026, 08:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus pagi.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Kabupaten Sikka, menyebut korban meninggal dunia ditemukan setelah tertimpa reruntuhan bangunan di area Dermaga Lorens Say Maumere.
Kepala SAR Maumere Faturahman mengatakan korban tersebut belum diketahui identitasnya. Tim SAR telah melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi kejadian.
“Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung,” kata Kepala SAR Maumere Faturahman dikutip dari Antara, Sabtu pagi.
Menurut Faturahman, korban ditemukan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
“Untuk di ruang tunggu itu sudah nihil,” ujar dia.
Selain korban meninggal dunia, petugas juga menemukan dua orang dalam kondisi terluka. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Gempa M7,7 tersebut sebelumnya memicu peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah pesisir.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur.
“lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer,” katanya,
Hingga pukul 07.03 WITA, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini (PD) Tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup sejumlah wilayah di NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang sempat berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, serta Sikka bagian utara.
Sementara di Sulawesi Selatan, status Siaga diberlakukan untuk Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Sebelumnya, BMKG juga menerbitkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal tercatat berkekuatan M7,0. Saat itu, Ngada bagian utara ditetapkan berstatus Waspada dengan perkiraan waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media