TNI Kerahkan Hercules dan KRI, 14 Warga Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT
Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut membantu penanganan gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
fin.co.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut membantu penanganan gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel TNI diterjunkan ke sejumlah daerah terdampak, termasuk Kabupaten Nagekeo.
Untuk mendukung proses evakuasi serta mempercepat pengiriman bantuan dan logistik, TNI juga menyiapkan sejumlah sarana transportasi strategis berupa pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Penggunaan kedua armada tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi terkini di lapangan.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga
Personel yang saat ini berada di lapangan berasal dari sejumlah satuan, yakni Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Mereka ditugaskan untuk membantu proses evakuasi sekaligus memberikan penanganan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
TNI Koordinasi dengan Tim Gabungan
Muhammad Nas mengatakan TNI tidak bekerja sendiri dalam menangani dampak bencana. Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan sejumlah instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan, mulai dari evakuasi korban hingga pendistribusian bantuan, dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Sementara itu, berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 12.30 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan 14 orang meninggal dunia.
Baca Juga
Selain korban jiwa, tercatat dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya menderita luka ringan.
Korban meninggal dunia tersebar di tiga wilayah. Sebanyak enam orang berada di Kabupaten Manggarai, lima orang di Kabupaten Manggarai Timur, dan tiga orang lainnya tercatat di Kabupaten Sikka.
Sekitar lima kepala keluarga juga dilaporkan terdampak. Sementara itu, sekitar 2.000 warga memilih mengungsi maupun melakukan evakuasi secara mandiri untuk menghindari risiko akibat gempa susulan.
Ratusan Bangunan Mengalami Kerusakan
Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan sejumlah bangunan di wilayah terdampak.