Wagub Aceh Angkat Bicara soal Kericuhan Hari Damai Aceh, Begini Katanya!
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah merespons kericuhan yang terjadi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
fin.co.id - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah merespons kericuhan yang terjadi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Fadhlullah menyampaikan pandangannya saat ditemui sejumlah awak media di Balai Meuseraya Aceh. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengambil tindakan yang justru dapat mengganggu perdamaian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Tidak ada keuntungan dalam keributan. Kami pelaku sejarah sudah merasakan,” ungkap Wakil Gubernur Aceh dikutip dari Instagram acehutaratalk.
Menurutnya, pengalaman masa lalu seharusnya menjadi pelajaran agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam situasi yang dapat memicu konflik.
Baca Juga
Fadhlullah pun mengajak semua pihak untuk menahan diri serta bersama-sama menjaga perdamaian Aceh yang telah diperjuangkan dan menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Aceh.
Sebelumnya, kegiatan zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman berakhir dengan ketegangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah massa terlihat mengibarkan bendera putih hingga bendera Bulan Bintang. Aksi tersebut juga diwarnai seruan “Aceh Merdeka”.
Situasi kemudian memanas ketika aparat kepolisian berupaya melakukan penertiban terhadap bendera yang dikibarkan di area kegiatan.
Upaya tersebut mendapat perlawanan dari massa. Polisi akhirnya terdorong mundur hingga keluar dari halaman Masjid Raya Baiturrahman.
Kericuhan itu terjadi saat masyarakat tengah memperingati 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh. Kondisi tersebut sempat mengganggu suasana zikir dan doa yang sebelumnya berlangsung khidmat.
Baca Juga
Wagub Aceh berharap peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan seluruh pihak mengutamakan ketenangan demi menjaga perdamaian di Aceh.
(Adm)