Karhutla Bromo: Tim Gabungan Siaga, Bara Api Masih Berpotensi Munculkan Titik Asap
Tim gabungan tetap siaga di Gunung Bromo karena bara di dalam tanah masih berpotensi memunculkan titik asap baru meski api telah padam.
1.500 Personel Gabungan Masih Dikerahkan
Selain memadamkan api, personel gabungan juga menjaga kawasan agar kobaran tidak bergerak menuju area wisata Gunung Bromo. Petugas memberikan perhatian terhadap kawasan Penanjakan, Seruni Point, dan sejumlah lokasi wisata lainnya.
Wahyu mengatakan pemantauan udara yang dilakukan pada Minggu pagi masih menemukan indikasi satu titik asap di kawasan berketinggian. Temuan tersebut menjadi alasan bagi tim untuk tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Sekitar 1.500 personel gabungan masih terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo. Mereka berasal dari berbagai unsur, yakni TNI, Polri, BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Perhutani, Damkar, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung upaya penanganan kebakaran sekaligus pengamanan kawasan wisata. Tim tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memastikan api tidak bergerak menuju lokasi yang menjadi tujuan wisata.
Baca Juga
Petugas Butuh Peralatan Portable untuk Medan Sulit
Dalam operasi darat, tim masih membutuhkan tambahan peralatan portable yang mudah dibawa menuju lokasi dengan medan sulit. Kebutuhan tersebut muncul karena sejumlah titik kebakaran berada di area yang tidak mudah dijangkau kendaraan maupun personel.
"Untuk operasi darat kami masih membutuhkan tambahan peralatan portable yang bisa dibawa masuk ke medan sulit. Selama ini dalam kondisi tertentu masih menggunakan peralatan manual, seperti gepyok dan penggaruk untuk membuka tanah dan memutus bara," tutur dia.
Peralatan manual tersebut digunakan petugas untuk membuka tanah dan memutus bara yang masih tersimpan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mencegah sisa bara kembali berkembang menjadi titik api.
Dengan kondisi api yang secara umum sudah padam, tim gabungan kini tetap menjaga kawasan Gunung Bromo melalui pemantauan darat dan udara. Kesiapsiagaan tersebut penting karena bara yang masih berada di dalam tanah serta medan yang sulit dapat memunculkan kembali titik asap di kawasan berketinggian.