Internasional

Uni Eropa Siap Kerahkan Satelit Copernicus untuk Bantu Evakuasi Korban Gempa M7,7 di NTT

Uni Eropa menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah pesisir timur Indonesia.

Uni Eropa Siap Kerahkan Satelit Copernicus untuk Bantu Evakuasi Korban Gempa M7,7 di NTT
SAR lakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan di dermaga Lorens Say maumere NTT. (Dok SAR)

fin.co.id - Uni Eropa menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah pesisir timur Indonesia.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dukungan tersebut dapat dilakukan dengan mengaktifkan Copernicus, sistem observasi Bumi berbasis satelit milik Uni Eropa.

"Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu," kata Von der Leyen melalui media sosial X, Sabtu 15 Agustus 2026.

Gempa kuat tersebut terjadi pada Jumat malam, 14 Agustus. Berdasarkan laporan dinas penyelamatan, sedikitnya 20 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Puluhan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Tim penyelamat masih bekerja di sejumlah lokasi untuk mencari korban yang kemungkinan tertimbun reruntuhan bangunan.

Selain menimbulkan kerusakan, gempa tersebut juga memicu tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari 1 meter. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh otoritas setempat sebelum akhirnya dicabut.

Proses evakuasi korban menghadapi sejumlah tantangan. Longsor, kerusakan infrastruktur, serta gangguan jaringan komunikasi dilaporkan menghambat upaya tim penyelamat di lapangan.

Satelit Copernicus Bantu Petakan Wilayah Terdampak

Copernicus merupakan sistem pemantauan Bumi yang dikembangkan dan dimiliki Uni Eropa. Data yang diperoleh dari sistem tersebut dapat dimanfaatkan dalam situasi bencana untuk membantu pemetaan wilayah yang terdampak.

Informasi satelit dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang mengalami kerusakan secara lebih cepat. Data tersebut selanjutnya dapat mendukung tim penyelamat dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan prioritas.

Tawaran bantuan dari Uni Eropa tersebut menjadi bentuk dukungan internasional bagi Indonesia di tengah proses pencarian dan penyelamatan korban yang masih berlangsung.

Sumber: Sputnik

Berita Terkait