Nasional

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Disertai Guguran Awan Panas! Status Siaga

Gunung Semeru erupsi enam kali, disertai awan panas guguran. Status gunung masih Level III Siaga. Masyarakat diminta waspada.

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Disertai Guguran Awan Panas! Status Siaga
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat.

fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat pada Selasa, 18 Agustus 2026 malam. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran pada pukul 20.33 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.33 WIB, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya, erupsi gunung tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm. Erupsi juga berlangsung sekitar 3 menit 55 detik.

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas Guguran

Petugas mencatat erupsi pada Selasa malam berlangsung ketika kondisi visual Gunung Semeru tertutup kabut. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat mengetahui jarak luncur awan panas guguran yang menyertai erupsi.

"Erupsi Gunung Semeru disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur tidak diketahui karena visual gunung tertutup kabut," tuturnya.

Selain erupsi pada malam hari, catatan petugas menunjukkan Gunung Semeru sudah mengalami erupsi sebanyak enam kali pada Selasa. Aktivitas tersebut berlangsung sejak pukul 01.20 WIB hingga pukul 20.33 WIB, dengan tinggi letusan mencapai 500 meter di atas puncak.

Status Gunung Semeru Masih Level III Siaga

Petugas menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat mendapat sejumlah rekomendasi untuk menghindari kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, terdapat larangan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar.

Waspadai Awan Panas, Lava, dan Lahar

Selain mematuhi batas kawasan yang telah ditetapkan, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar. Potensi bahaya tersebut dapat terjadi di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Petugas secara khusus mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kawasan sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat muncul pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.

Berita Terkait