Nasional . 19/08/2026, 21:31 WIB

BMKG Ungkap Gempa Susulan NTT Masih Berlanjut hingga 30 Hari ke Depan

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih terjadi selama 21 hingga 30 hari, meskipun aktivitasnya cenderung terus menurun.

"Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung. Secara umum dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun, walaupun dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas, tetapi gempa susulan akan menurun. Dengan data yang ada saat ini, kira-kira (masih akan berlangsung) dalam 21-30 hari ke depan, tetapi akan menurun," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama dalam konferensi pers bersama BNPB yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Gempa Susulan Terkonsentrasi di Flores

Nelly menjelaskan sebaran gempa susulan secara spasial terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. Aktivitas tersebut juga memperlihatkan keterkaitan dengan zona tektonik.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Pemantauan dan analisis dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai pola gempa susulan yang masih berlangsung.

"BMKG terus melakukan monitoring dan analisis untuk mendapatkan gambaran lebih baik terhadap aktivitas kegempaan tersebut," ujar dia.

Hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 86 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat, sedangkan 25 kejadian memiliki magnitudo 5 atau lebih.

"Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar," ucap Nelly.

Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah Rusak

Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Setelah kejadian tersebut, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah menentukan dukungan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. BNPB akan memberikan bantuan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai sehingga data penerima bantuan dapat dipastikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Pemerintah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB akan memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta," kata Suharyanto.

Dengan skema tersebut, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan mendapat dukungan perbaikan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, pemerintah menyiapkan bantuan Rp30 juta bagi masyarakat yang rumahnya masuk kategori rusak sedang.

Rusak Berat Dapat Hunian Tetap

Pemerintah menyiapkan penanganan berbeda bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Warga dengan kategori tersebut akan mendapatkan solusi berupa pembangunan hunian tetap atau huntap.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com