Model di Gading Serpong Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual, Sudah Lapor Polisi?
Seorang perempuan berinisial SN (27), yang bekerja sebagai model lepas untuk sejumlah acara di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang warga negara asing (WNA) berinisial AK.
fin.co.id - Seorang perempuan berinisial SN (27), yang bekerja sebagai model lepas untuk sejumlah acara di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang warga negara asing (WNA) berinisial AK.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian dan kini masih dalam proses penanganan. SN mengaku peristiwa yang dialaminya pada Februari 2026 itu memberikan dampak berat terhadap kondisi psikologisnya hingga membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa (RSJ).
SN mengatakan, dirinya mengenal AK melalui pekerjaannya sebagai model dalam sejumlah acara di sebuah gerai minuman di kawasan Gading Serpong. Menurutnya, hubungan awal dengan AK berlangsung dalam konteks pekerjaan dan berjalan baik.
"Aku bekerja sebagai freelance dan dibayar perproject. Dari pekerjaan itu, aku mengenal banyak orang yang membantu mengerjakan project brand tersebut, termasuk salah satu ownernya yang akan aku sebut dengan inisial AK," ujar SN dikutip dari HarianMassa, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca Juga
Selama beberapa waktu, SN memilih menyimpan pengalaman tersebut seorang diri. Namun, kondisi yang terus membebaninya membuat perempuan ini akhirnya memutuskan untuk menceritakan apa yang dialaminya.
"Selama ini aku terlalu takut untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi hari ini aku mencoba bicara," katanya.
SN menuturkan, peristiwa itu terjadi pada 15 Februari 2026. Saat itu, ia mengaku sedang mengalami kondisi mental yang tidak stabil, dan kemudian menghubungi AK untuk datang ke tempat usaha tersebut.
Ia mengatakan kedatangannya bukan untuk bekerja, melainkan ingin mencari teman untuk berbincang, dan menghilangkan tekanan yang sedang dirasakan.
SN mengaku sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama AK dan sejumlah temannya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya masih dalam kondisi sadar.
"Aku memang mengkonsumsi alkohol malam itu, tetapi aku tidak mabuk, tidak kehilangan kesadaran, dan masih sepenuhnya sadar dengan apa yang aku lakukan, dan katakan," katanya.
Baca Juga
Ketika hendak pulang, SN mengaku mendapat tawaran untuk menginap di sebuah hotel yang berada tidak jauh dari lokasi. Awalnya ia menolak ajakan tersebut.
Namun, menurut SN, ia kemudian diberitahu bahwa kamar hotel tersebut telah dipesan dan dibayar oleh AK. Ia akhirnya bersedia pergi ke hotel tersebut.
"Singkat cerita, aku diantarkan oleh AK, dan teman AK ke hotel. AK mengantarkanku sampai ke dalam kamar. Dengan pikiran polos, aku mengira dia hanya mengantarkanku. Ternyata tidak," tuturnya.
SN mengaku kemudian berada berdua dengan AK di dalam kamar. Ia menyebut terjadi tindakan seksual yang tidak dikehendakinya.
Ia mengatakan telah berusaha menolak dan meminta agar AK menghentikan tindakannya. Namun, menurut pengakuannya, ia tidak mampu melawan secara fisik.
Berita Terkait
KPK Soroti Jalur Mandiri Unsoed, Wakil Rektor Beberkan Mekanisme Seleksi
Unsoed Pastikan Kampus Tetap Berjalan di Tengah Kasus Dugaan Korupsi