BPS Luruskan Soal Desil DTSEN: Bukan Patokan Tunggal untuk Menilai Kondisi Ekonomi Keluarga
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi kesejahteraan relatif, bukan ukuran tunggal pendapatan, kekayaan, atau kemiskinan keluarga.
Dengan demikian, desil bukan daftar penerima suatu program. Masyarakat juga perlu memahami bahwa penggunaan informasi desil harus melihat konteks program yang bersangkutan.
Posisi desil pun tidak bersifat permanen. Menurut BPS, angka tersebut dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga serta perubahan posisi relatif keluarga tersebut dibandingkan keluarga lainnya.
Karena itu, BPS menilai relevansi DTSEN perlu terus dijaga melalui pemutakhiran data. Perubahan pada satu indikator juga tidak otomatis membuat posisi desil berubah karena proses pemeringkatan tetap mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.
Pemutakhiran DTSEN memanfaatkan berbagai sumber data. Sumber tersebut antara lain data administrasi, hasil sensus dan survei, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan atau ground check, serta pembaruan yang disampaikan masyarakat melalui kanal yang tersedia.
Baca Juga
DTSEN Versi 3 Mencakup 290,13 Juta Record Individu
BPS mencatat DTSEN Versi 3 Tahun 2026 per 10 Juli 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Cakupan tersebut terus diperbarui agar data semakin mampu menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.
Masyarakat yang menemukan informasi mengenai diri sendiri atau keluarganya yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah. BPS menyediakan beberapa kanal resmi untuk proses tersebut.
Kanal yang tersedia antara lain Cek Bansos melalui cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, serta Cek DTSEN melalui dtsen-form.bps.go.id.
Namun, pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan berubah secara otomatis. Informasi yang masyarakat sampaikan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali, sedangkan posisi desil tetap ditentukan berdasarkan data serta metode yang berlaku.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan informasi mengenai kondisi keluarga yang tercatat dalam DTSEN sesuai dengan keadaan sebenarnya. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas data yang digunakan pemerintah.
Baca Juga
"BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," kata Amalia.