Nasional

Jelang Muktamar NU, Ketum GP Ansor Ajak Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia

Ketum GP Ansor Addin Jauharudin mengajak kader menjaga suasana kebatinan Indonesia dan soliditas menjelang Muktamar ke-35 NU.

Jelang Muktamar NU, Ketum GP Ansor Ajak Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia
Ketum GP Ansor Addin Jauharudin mengajak kader menjaga suasana kebatinan Indonesia.

fin.co.id - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin mengajak seluruh kader ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia. Muktamar NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 menjadi momentum bagi kader Ansor untuk memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kondisi tetap kondusif.

“Belakangan ini kita merasakan kesedihan yang dipikul saudara kita di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan. Ini kondisi yang qpatut kita jadikan kontemplasi, mendoakan agar Indonesia selalu dalam lindungan Allah Swt,” ujar Addin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026, saat Rakornas GP Ansor.

Menurut Addin, berbagai kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia perlu menjadi bahan perenungan bersama. Karena itu, ia meminta kader Ansor tidak hanya memperhatikan dinamika organisasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap keadaan masyarakat.

Addin mengatakan kader Ansor harus mengedepankan kepekaan sosial yang lebih humanis. Terlebih, Indonesia membutuhkan kepedulian dan kebersamaan antarsesama saudara ketika bangsa tengah menghadapi berbagai persoalan.

“Apalagi dalam waktu dekat, juga akan dilakukan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Addin.

GP Ansor Pastikan Muktamar NU Berlangsung Kondusif

Addin menilai kondisi di tubuh NU memiliki keterkaitan dengan situasi Indonesia secara lebih luas. Karena itu, ia mengajak seluruh kader menjaga suasana tetap tenang dan kondusif menjelang agenda besar organisasi tersebut.

“Saya masih meyakini bahwa apa yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama, akan berdampak dengan kondisi Indonesia. Oleh karena itu, dengan menjaga suasana tetap kondusif, maka sebenarnya kita juga ikut menjaga Indonesia,” katanya.

Seiring dinamika menjelang muktamar, Addin juga menegaskan pentingnya soliditas kader dan organisasi. Ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga berlangsung dalam suasana yang gembira.

Menurut Addin, GP Ansor bersama Banser siap menjamin keamanan dan kenyamanan selama muktamar berlangsung. Dengan demikian, seluruh rangkaian agenda dapat berjalan dalam suasana yang kondusif.

Addin berharap hasil Muktamar ke-35 NU nantinya dapat memberikan kontribusi positif terhadap beragam persoalan yang tengah dihadapi bangsa dan negara Indonesia. Ia juga melihat PBNU memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

PBNU, kata dia, bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi hari ini, mulai masalah ekonomi, pendidikan dan sosial dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Tantangan bernegara ke depan tidak mudah, olehnya kita harapkan PBNU hadir untuk terlibat menyelesaikan persoalan yang ada. Berjalan seiringan dengan pemerintah, dengan pihak-pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani problem kerakyatan dan memberikan masukan kritis-konstruktif dalam rangka perbaikan,” kata dia.

Kader Diminta Dekat dengan Kiai dan Perkuat Kemandirian Ekonomi

Selain menjaga suasana kebatinan menjelang muktamar, Addin meminta kader GP Ansor mempererat hubungan dengan para kiai di daerah dan tokoh-tokoh lokal. Ia juga mengajak kader melakukan ziarah serta doa untuk raja-raja Nusantara sebagai bagian dari upaya menyambung energi spiritual dalam menjaga semangat kebangsaan.

Berita Terkait