MIRIS! Universitas Pertahanan (Unhan) Diduga Larang Mahasiswi Berjilbab, MUI Murka!
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Universitas Pertahanan (Unhan) segera memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan adanya kebijakan yang melarang mahasiswi mengenakan hijab setelah dinyatakan lolos sebagai mahasiswa.
Dugaan larangan hijab di Unhan sebelumnya mencuat setelah calon mahasiswa program S-1 Kedokteran, Asma Wafa Andina, mengungkap pengalaman yang dialaminya selama proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unhan Tahun Akademik 2026/2027.
Asma mengaku mengambil keputusan untuk mundur meski telah dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat. Keputusan itu disebut diambil karena adanya dugaan kebijakan tidak tertulis yang mengharuskan mahasiswi melepas hijab setelah resmi menjadi mahasiswa.
Persoalan tersebut bermula ketika Asma mengikuti rangkaian seleksi PMB Unhan. Ia menyebut terdapat perbedaan antara ketentuan yang ditampilkan dalam informasi resmi penerimaan dengan kondisi yang dihadapinya saat mengikuti seleksi tingkat pusat di Bogor.
Dalam poster dan pengumuman PMB Unhan, peserta perempuan yang mengenakan hijab disebut tetap dapat mengikuti tes dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan.
Baca Juga
Namun, Asma mengklaim situasinya berbeda setelah peserta dinyatakan lulus.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua," unggah Asma, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.
Hingga berita ini ditulis, Universitas Pertahanan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kebijakan pelarangan hijab tersebut.