Nasional

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Beralih ke Daring

Kondisi udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikulat PM2.5.

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Beralih ke Daring
Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak SD : Tips Ampuh Untuk Orang Tua

fin.co.id - Kondisi udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikulat PM2.5. Situasi tersebut mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah.

Kebijakan itu diberlakukan setelah hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu sore hingga malam menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 170,2 hingga 235,7 µg/m³. Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian pembelajaran. Aturan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik. Meski tidak datang ke sekolah, siswa tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah.

"Guna memastikan efektivitas kebijakan, pihak sekolah diminta merancang materi pembelajaran daring yang ringkas dan fleksibel agar tidak membebani mental maupun fisik siswa selama berada di rumah. Semua agenda ekstrakurikuler serta kegiatan tatap muka di lingkungan sekolah pun dihentikan total sementara waktu," ujar Jamal, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia juga meminta orang tua berperan aktif mengawasi aktivitas anak selama pembelajaran jarak jauh. Anak-anak diimbau tidak bermain atau beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

"Jika ada keperluan yang terpaksa membuat anak keluar rumah, penggunaan masker medis menjadi hal yang wajib," ucap Jamal.

MBG Tetap Disalurkan

Di tengah penerapan pembelajaran dari rumah, pemenuhan kebutuhan gizi siswa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.

Untuk menghindari anak-anak terpapar kabut asap, pihak sekolah akan memanggil orang tua atau wali murid untuk mengambil makanan yang menjadi hak peserta didik. Dengan mekanisme tersebut, anak tidak perlu datang ke sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memastikan kebijakan pembelajaran daring bersifat sementara dan akan terus dievaluasi. Perubahan kebijakan akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta hasil koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait.

Dengan demikian, kegiatan belajar tatap muka baru akan kembali dilaksanakan setelah kondisi udara dinilai cukup aman bagi peserta didik.

Abdullah Sani/Disway Riau

Berita Terkait