Menhan Perbolehkan Kadet Muslimah Unhan Kenakan Hijab, Akan Dibikin Seragam dan Porposional
Tak ingin polemik ini menjadi bola panas, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengeluarkan arahan soal penggunaan hijab bagi kadet Muslimah di Unhan.
fin.co.id - Polemik adanya calon kadet Muslimah yang mundur dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI terus memancing respon masyarakat. Tak ingin polemik ini menjadi bola panas, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengeluarkan arahan soal penggunaan hijab bagi kadet Muslimah di Unhan.
"Menteri Pertahanan RI telah memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam Kadet Unhan disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi Kadet perempuan Muslim. Penggunaannya akan diatur secara seragam dan proporsional, termasuk tata cara penggunaan hijab yang memperhatikan aspek kerapian, disiplin, keamanan, keselamatan, serta tidak mengganggu keleluasaan gerak dalam kegiatan pendidikan dan Latihan," sebut pernyataan resmi yang dirilis di Instagram Unhan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut rilis tersebut, dalam aktivitas sehari-hari, kadet Muslimah dapat menggunakan hijab ketika berada di lingkungan tempat tinggal atau mess serta pada kegiatan tertentu di luar kampus, termasuk saat melaksanakan magang.
"Sementara dalam kegiatan pendidikan dan latihan, penggunaan pakaian Kadet disesuaikan dengan jenis dan karakter kegiatan dengan tetap memperhatikan aspek keseragaman, disiplin, keamanan, dan keselamatan. Peraturan Rektor juga menegaskan bahwa kegiatan istirahat, salat, dan makan dilaksanakan sesuai dengan kaidah agama dan kepercayaan masing-masing," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga
Masih menurut rilis tersebut, Kemhan memandang bahwa disiplin dan karakter pendidikan tidak bertentangan dengan penghormatan terhadap pelaksanaan agama dan keyakinan.
"Penyesuaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperjelas ketentuan yang sebelumnya belum secara spesifik mengatur penggunaan hijab bagi Kadet perempuan Muslim, sehingga ke depan terdapat kesamaan pemahaman dan penerapan dalam seluruh kegiatan pendidikan Kadet Unhan," lanjutnya.
Calon Kadet Mundur karena Harus Lepas Jilbab
Dugaan larangan hijab di Unhan sebelumnya mencuat setelah calon mahasiswa program S-1 Kedokteran, Asma Wafa Andina, mengungkap pengalaman yang dialaminya selama proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unhan Tahun Akademik 2026/2027.
Asma mengaku mengambil keputusan untuk mundur meski telah dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat. Keputusan itu disebut diambil karena adanya dugaan kebijakan tidak tertulis yang mengharuskan mahasiswi melepas hijab setelah resmi menjadi mahasiswa.
Persoalan tersebut bermula ketika Asma mengikuti rangkaian seleksi PMB Unhan. Ia menyebut terdapat perbedaan antara ketentuan yang ditampilkan dalam informasi resmi penerimaan dengan kondisi yang dihadapinya saat mengikuti seleksi tingkat pusat di Bogor.
Baca Juga
Dalam poster dan pengumuman PMB Unhan, peserta perempuan yang mengenakan hijab disebut tetap dapat mengikuti tes dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan.
Namun, Asma mengklaim situasinya berbeda setelah peserta dinyatakan lulus.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua," unggah Asma, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.