Nasional

BNPB Catat Karhutla Masih Marak di Sejumlah Daerah, 6 Provinsi Jadi Fokus Penanganan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus menjadi ancaman di tengah musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026

BNPB Catat Karhutla Masih Marak di Sejumlah Daerah, 6 Provinsi Jadi Fokus Penanganan
Karhutla pernah terjadi di wilayah hutan negara DIY pada 2023 dan 2024.Foto:BPBDDIY/google

fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus menjadi ancaman di tengah musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan insiden karhutla mendominasi rentetan bencana di berbagai daerah.

Salah satu peristiwa melanda Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lahan seluas 1 hektare di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, dilaporkan terbakar pada Selasa, 25 Agustus 2026, dini hari sekitar pukul 01.25 WIB.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Penanganan cepat dilakukan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang yang langsung memadamkan api. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini.

Insiden serupa melanda wilayah Jawa Barat, di mana kebakaran lahan seluas 1 hektare terjadi di Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Kobaran api berhasil dipadamkan oleh petugas BPBD setempat pada hari yang sama.

Sementara itu di Sulawesi Tengah, karhutla terdeteksi membakar area seluas 2,86 hektare di Kabupaten Toli-Toli. Peristiwa pada Selasa (25/8/2026) ini melanda dua titik di dua kecamatan berbeda, yaitu Kelurahan Nalu di Kecamatan Baolan serta Desa Kongkomas di Kecamatan Basidondo, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Laporan karhutla juga datang dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang melanda Desa Kwarasan (Kecamatan Juwiring) serta Desa Banaran (Kecamatan Delanggu). Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 4,5 hektare ini sempat memicu gangguan asap bagi warga sekitar.

"Peristiwa tersebut menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas warga," kata Berton.

Untuk merespons ancaman yang terus meluas, BNPB meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan ketat, khususnya pada enam daerah yang tergolong dalam wilayah rawan utama.

"BNPB bersama pemerintah daerah masih berupaya menangani titik panas dan kebakaran yang teridentifikasi di enam provinsi prioritas penanganan, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," pungkasnya.

Cahyono/Disway

Berita Terkait