Internasional

Netanyahu: Akan Ada Gelombang Migrasi Besar-Besaran Warga Israel ke Gaza, Ini Tanah Kita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait wilayah Palestina. Ia mengatakan pembangunan permukiman Israel akan terus dilanjutkan dan menyebut kawasan tersebut sebagai bagian dari “Tanah Israel”.

Netanyahu: Akan Ada Gelombang Migrasi Besar-Besaran Warga Israel ke Gaza, Ini Tanah Kita
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

fin.co.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait wilayah Palestina. Ia mengatakan pembangunan permukiman Israel akan terus dilanjutkan dan menyebut kawasan tersebut sebagai bagian dari “Tanah Israel”.

Netanyahu bahkan menyebut para pemukim tengah mempersiapkan wilayah tersebut untuk menghadapi gelombang migrasi besar warga Israel.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat menghadiri acara untuk para pemukim pada Selasa, 25 Agustus 2026 malam. Ia menyinggung jumlah komunitas dan pertanian yang telah dibangun Israel di wilayah Tepi Barat.

“Kita tidak dapat mengabaikan angka-angkanya: 104 komunitas yang kita dirikan dan legalkan bersama, dan 160 pertanian, dengan lebih banyak lagi yang akan datang," ungkap Netanyahu saat menghadiri sebuah acara untuk para pemukim pada Selasa 25 Agustu malam, menurut pernyataan dari kantornya, dikutip laman Al Arabiya.

Netanyahu kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pemukim yang dianggapnya berperan dalam mewujudkan visi Israel atas wilayah tersebut.

“Anda memenuhi visi Tanah Israel, dan ini adalah tanah kita,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pembangunan permukiman tersebut menjadi persiapan untuk kedatangan warga Israel dalam jumlah besar.

"Anda sedang mempersiapkan tanah untuk gelombang imigrasi yang sangat besar yang akan datang," tambah Netanyahu seraya memuji upaya luar biasa pemerintah untuk mewujudkan visi generasi-generasi.

Netanyahu Dorong Perluasan Permukiman

Netanyahu selama ini menjadi salah satu pemimpin Israel yang paling agresif dalam mendorong perluasan permukiman di Tepi Barat.

Pembangunan tersebut tidak hanya mencakup permukiman yang telah mendapatkan legalisasi dari pemerintah Israel, tetapi juga pos-pos permukiman yang sebelumnya hanya terdiri dari sejumlah rumah mobil maupun struktur sementara.

Di bawah pemerintahan Netanyahu, jumlah pos dan permukiman tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Netanyahu juga muncul menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Sebagai pemimpin Partai Likud, ia dinilai berupaya mempertahankan dukungan politik melalui agenda perluasan permukiman, khususnya di Tepi Barat.

Salah satu proyek yang kini menjadi sorotan masyarakat internasional adalah pembangunan permukiman E1. Proyek tersebut dikhawatirkan dapat semakin menghambat pembentukan negara Palestina karena kawasan E1 berada di antara Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Jika direalisasikan, pembangunan tersebut berpotensi memutus keterhubungan wilayah Tepi Barat dengan Yerusalem Timur.

Berita Terkait