Prabowo dan Gibran Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri secara langsung pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri secara langsung pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, rombongan bertolak dan tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.30 WIB. Prabowo tampil mengenakan busana koko putih dipadu celana dan peci hitam, sementara Gibran mengenakan setelan jas formal berwarna hitam dengan peci senada.
Setibanya di arena Muktamar, kedatangan pucuk pimpinan nasional tersebut disambut jajaran PBNU dan panitia penyeleggara:
- Ketua Panitia Muktamar: Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
- Ketua Umum PBNU: H. Yahya Cholil Staquf
- Rais Aam PBNU: KH. Miftachul Akhyar
- Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum: KH. M. Hasib Wahab Hasbullah
Sejumlah tokoh nasional, ulama senior, pejabat negara, serta pimpinan partai politik turut memadati area forum permusyawaratan tersebut, antara lain:
Baca Juga
- Tokoh & Mantan Pejabat: Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Jusuf Kalla (Wapres ke-10 & 12), Ma'ruf Amin (Wapres ke-13), dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
- Menteri & Pejabat Mendampingi: Mensesneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Seskab Teddy Indra Wijaya, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, serta Kepala BGN Sudaryono.
- Pimpinan Parpol: Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Zulkifli Hasan (Ketum PAN), dan Edhie Baskoro Yudhoyono / Ibas (Waketum Demokrat).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo merupakan bentuk apresiasi tinggi atas kontribusi bersejarah Nahdlatul Ulama bagi perjalanan bangsa.
“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat,” ungkap Teddy dikutip dari Antara.
Muktamar ke-35 NU ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Perhelatan tertinggi organisasi ini menjadi momentum konsolidasi warga nahdliyin untuk merumuskan arah kebijakan strategis organisasi dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.